MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lingkungan Kantor Gubernur. Kekecewaan ini dipicu hilangnya patung burung kasuari yang merupakan ikon sekaligus lambang kebanggaan daerah.
“Satpol ada di mana sampai patung yang besar begitu bisa hilang?” tegas Dominggus usai mengikuti ibadah awal bulan ASN di Kantor Gubernur Papua Barat, Selasa (7/4/2026).

Dominggus menyoroti lemahnya sistem pengamanan aset pemerintah, terutama pada waktu malam hari. Dia menemukan fakta jumlah personel yang berjaga di lapangan sangat minim dan tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
“Saya sering datang malam, dari 12 petugas kadang hanya 2, 4, bahkan kadang tidak ada,” ketusnya.
Berdasarkan laporan, terdapat dua patung kasuari berbahan tembaga yang raib dari area kantor gubernur. Padahal, burung kasuari merupakan simbol sakral yang juga digunakan oleh institusi TNI seperti Kodam XVIII/Kasuari.
“Kita di Kantor Gubernur ini ada kehilangan ikon patung burung kasuari yang menjadi lambang kebanggaan provinsi ini,” ucapnya.
Pihak Pemprov Papua Barat telah menindaklanjuti kasus pencurian ini ke ranah hukum. Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami sudah lapor polisi, lokasi juga sudah dipasang garis polisi dan saat ini sedang diusut. Nanti pasti akan ketahuan,” ungkapnya.
Dominggus mengingatkan Satpol PP memegang tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan pejabat serta seluruh aset daerah. Dia memberikan peringatan agar kelalaian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.
“Saya tegaskan, kejadian ini cukup yang terakhir dan jangan terulang kembali,” pungkasnya. (LP14/red)
















