MANOKWARI, LinkPapua.id – Angka inflasi di Provinsi Papua Barat mencapai 5,00 persen secara year on year (y-on-y) pada periode April 2026. Lonjakan harga pada kelompok transportasi menjadi pemicu kenaikan indeks harga konsumen (IHK) di Bumi Kasuari.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi sebesar 12,09 persen,” tulis laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat dalam rilis resminya, Selasa (5/5/2026).
Peningkatan IHK ini tercatat mencapai angka 112,30 sepanjang April 2026 di seluruh wilayah Papua Barat. Kelompok transportasi menyumbang kenaikan tertinggi dibanding sektor lainnya yang hanya merangkak di bawah angka 9 persen.
Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya menyusul dengan kenaikan sebesar 8,73 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatatkan inflasi sebesar 6,35 persen.
Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tercatat naik 6,34 persen, disusul penyediaan makanan/restoran sebesar 4,79 persen. Sektor pakaian, perumahan, kesehatan, hingga informasi komunikasi turut mengalami peningkatan indeks harga di kisaran 1,54 hingga 2,65 persen.
Sementara itu, dua kelompok pengeluaran justru mencatatkan penurunan indeks harga di tengah tren inflasi wilayah. Kelompok pendidikan merosot sebesar 3,99 persen dan kelompok perlengkapan rumah tangga turun 0,91 persen.
Secara keseluruhan, Papua Barat juga mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 2,00 persen. Angka inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) kini berada pada posisi 1,41 persen. (*/red)
