25.9 C
Manokwari
Minggu, April 12, 2026
25.9 C
Manokwari
More

    Jawab Isu Kehabisan ATK, Kadispenda Teluk Bintuni: Cuma Kekecewaan Individu

    Published on

    BINTUNI, Linkpapua.com – Sebuah postingan di Facebook dengan diksi pelayanan pajak terganggu di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Teluk Bintuni membuat heboh. Postingan itu menyertakan narasi bahwa pelayanan pajak terganggu lantaran ATK dan pulsa listrik habis.

    Postingan ini sontak menuai respons dari jagad maya. Para netizen memberi banyak tanggapan miring.

    Narasi tersebut diposting oleh salah satu pegawai Dispenda. Yang ternyata belakangan diketahui sebagai akun milik Kasubag Umum.

    Kamis (15/4/2021), Kadispenda Teluk Bintuni Ahmad Rahanjamtel merespons isu itu. Ahmad mengatakan, tidak ada masalah dengan ATK dan pulsa listrik. Apa yang disampaikan yang bersangkutan adalah hal yang terlalu dibesar-besarkan.

    Baca juga:  Diana, Sosok Wanita Hebat di Belakang Cawabup Bintuni Joko Lingara

    “Sebenarnya tidak ada masalah, masalah internal harusnya diselesaikan secara internal,” ujarnya.

    Menurut Ahmad, persoalan yang diposting bersangkutan ke media sosial tidak jelas kebenarannya. Karena dia hanya menjelaskan secara umum bahwa ada kekosongan ATK dan listrik mati.

    “Kekosongan ATK itu bukan suatu pembiaran. Tetapi memang butuh proses 1 jam hingga 2 jam sudah ada kembali. Kalau disebut kosong rasanya nda mungkin. Karena sebenarnya sudah ada langganan toko kita di depan. Tinggal ambil saja tidak ada masalah,” beber Ahmad.

    Baca juga:  Resepsi HUT Teluk Bintuni: Doa Berantai, Tarian Adat, hingga Dihibur Artis

    Hanya saja kata dia, dalam proses pengelolaan keuangan, yang mengurus ATK itu harus dapat disposisi dari pimpinan. Disposisi itu harus tertulis sebagai dasar bendahara untuk mengeluarkan uang. Termasuk untuk membayar kebutuhan sekretariat berupa ATK dan pulsa listrik itu.

    “Karena mengeluarkan uang negara tanpa disposisi pimpinan itu merupakan pelanggaran dari aset pengelola keuangan yaitu bendahara,” tutur Ahmad

    Ahmad mengaku kecewa dengan ulah anak buahnya itu. Kata dia tidak seharusnya persoalan internal dibawa keluar. Apalagi sampai diposting ke medsos.

    Baca juga:  SKK Migas-Pertamina EP Tajak Sumur Eksplorasi WPL-3X di Teluk Bintuni

    “Mungkin si pelaku ini tidak mau menunggu lama dan dalam menuggu proses, dia mau instan dan cepat. Akhirnya dia melampiaskan dengan hal seperti itu. Padahal tidak ada masalah, pelayanan berjalan seperti biasa. Tidak ada yang terganggu adanya hal itu,” kata Ahmad.

    Ahmad mengaku sudah menginstruksikan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

    “Saya sudah instruksikan sekretaris segera memanggil pelaku. Kita perlu tahu apa motifnya sehingga dia menyampaikan masalah internal ke medsos,” imbuhnya. (LP5)red)

    Latest articles

    Hermus Indou:Pembangunan Huntap Disesuaikan Kemampuan Anggaran Daerah

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten di Manokwari memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban kebakaran di kawasan Borobudur belum dapat dilakukan sekaligus. Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap...

    More like this

    Adrian Kairupan Terpilih Jadi Ketua PWI Teluk Bintuni Periode 2026-2029

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Adrian Kairupan terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten...

    Konferensi III PWI Teluk Bintuni Resmi Dibuka, Siap Pilih Ketua Baru

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, menggelar...

    Wabup Joko Tutup MTQ XI, Distrik Bintuni Juara Umum 3 Kali Beruntun

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni, Joko Lingara, resmi menutup Musabaqah...