JAKARTA, LinkPapua.id – Presiden Prabowo Subianto melirik opsi pemotongan gaji anggota kabinet hingga anggota DPR sebagai langkah efisensi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah ini dipertimbangkan untuk menghemat anggaran negara demi membantu kelompok masyarakat yang paling terdampak krisis.
Prabowo mencontohkan Pakistan sebagai negara yang sudah lebih dahulu menerapkan kebijakan pemangkasan upah pejabat tersebut. Hasil penghematan dari pemotongan gaji tersebut nantinya akan dialihkan untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga rentan.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR,” ujar Prabowo saat memimpin sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Selain soal gaji, Presiden memberikan instruksi ketat terkait penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan instansi pemerintah. Hal ini merespons lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz baru-baru ini.
“Semua kantor pemerintah maupun swasta 50 persen kerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong hanya jadi 4 hari,” ucapnya merujuk pada kebijakan efisiensi di luar negeri.
Wacana bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) tersebut diharapkan dapat menekan konsumsi energi secara signifikan di sektor perkantoran. Prabowo juga meminta kementerian untuk segera menyetop belanja kendaraan dinas baru serta pengadaan mebel yang belum mendesak.
Pemerintah juga akan memperketat izin perjalanan dinas ke luar negeri bagi seluruh pejabat tinggi negara dan daerah. Dana negara kini dilarang keras digunakan untuk menyelenggarakan acara seremonial atau pesta yang bersifat hura-hura.
“Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri, kemudian mereka kurangi tidak boleh gunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya,” tegasnya.
Sejumlah sektor lain seperti lembaga pendidikan tinggi juga disarankan untuk mulai mengkaji kembali sistem belajar mengajar secara daring. Penyesuaian ini dipandang perlu guna mengurangi mobilitas kendaraan yang berdampak langsung pada penggunaan BBM nasional.
Prabowo menekankan bahwa penghematan ini bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera dikaji pelaksanaannya. Seluruh jajaran menteri diminta segera melakukan simulasi anggaran agar krisis global tidak mengguncang stabilitas ekonomi dalam negeri.
“Ini hanya contoh, maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa kaji masalah ini, saya kira kita juga harus upayakan bahwa kita lakukan penghematan,” pungkasnya. (*/red)
