PWI Papua Barat Sikapi Maraknya Penyalahgunaan ID Card Pers

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat menyikapi maraknya penyalahgunaan kartu identitas (ID card) pers oleh oknum non-wartawan di wilayah Papua Barat. Praktik ini dinilai merusak kredibilitas profesi dan mengancam keselamatan jurnalis saat bertugas.

“Kami melihat fenomena yang sangat mengkhawatirkan, di mana ID card pers digunakan oleh orang yang bukan wartawan untuk kepentingan tertentu. Ini jelas salah dan harus segera dihentikan,” ujar Ketua PWI Papua Barat, Bustam, dalam keterangannya, Senin (5/5/2026).

Bustam menegaskan kartu pers adalah bukti legitimasi yang dilindungi undang-undang. Olehnya, kata dia, tidak boleh digunakan oleh sembarang pihak.

“ID card itu bukan alat penyamaran. Itu bukti bahwa seseorang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional. Jika disalahgunakan, maka citra pers bisa rusak,” katanya.

Dia mengeluhkan praktik tersebut berdampak langsung pada wartawan yang bekerja secara sah di lapangan. Menurutnya, penggunaan kartu pers palsu memicu kecurigaan publik dan menurunkan kepercayaan terhadap profesi jurnalistik.

“Wartawan yang bekerja secara sah justru bisa dicurigai. Ini berisiko terhadap keselamatan kami saat melakukan peliputan,” tambahnya.

PWI Papua Barat kini mulai memperketat proses penerbitan kartu melalui verifikasi aktivitas jurnalistik yang lebih mendalam. Sistem keamanan tambahan seperti kode QR dan basis data terpusat akan diterapkan untuk mempermudah pengecekan keaslian kartu.

Selain itu, organisasi profesi ini membuka peluang untuk membawa kasus pemalsuan identitas ini ke ranah pidana. Bustam menyebut pihaknya tidak akan membiarkan oknum yang mencatut nama pers merusak ekosistem informasi.

“Pemalsuan identitas adalah pelanggaran hukum. Kami tidak akan ragu melaporkannya kepada pihak berwenang,” tegas Bustam.

Dia mengimbau instansi pemerintah maupun swasta untuk lebih teliti dalam memverifikasi identitas jurnalis. Hal ini dilakukan guna memastikan profesionalisme tetap terjaga di tengah masyarakat.

“Jangan gunakan identitas pers untuk kepentingan lain. Pers memiliki fungsi dan tanggung jawab sendiri yang harus dijaga profesionalismenya,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Bawaslu Papua Barat Warning Parpol: Data Ganda-Keanggotaan Fiktif Bisa Gagalkan Verifikasi

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua Barat memberikan peringatan kepada seluruh partai politik (parpol) terkait pembenahan administrasi menjelang Pemilu 2029. Otoritas pengawas...

More like this

Bawaslu Papua Barat Warning Parpol: Data Ganda-Keanggotaan Fiktif Bisa Gagalkan Verifikasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua Barat memberikan peringatan kepada seluruh partai...

KPU Papua Barat Ingatkan Parpol Siapkan Administrasi Pemilu 2029 Sedari Dini

MANOKWARI, LinkPapua.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat memperingatkan seluruh partai politik (parpol)...

Kaesang: Pembangunan Nasional Seharusnya Dimulai dari Papua

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mendorong agar pembangunan...