Tokoh Papua Nilai Film ‘Pesta Babi’ Bangun Persepsi Negatif dan Tak Berimbang

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sejumlah tokoh adat, agama, dan masyarakat Papua menilai film dokumenter ‘Pesta Babi’ membangun persepsi negatif terhadap pembangunan di Papua. Mereka menilai narasi dalam film tersebut tidak berimbang dengan kondisi pembangunan yang berlangsung di Papua Selatan.

“Papua harus dibangun dengan pendekatan komprehensif yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik yang baik, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dalam keterangan yang diterima, Minggu (31/5/2025).

Djamari mengatakan pembangunan Papua dilakukan melalui pendekatan kesejahteraan dan penghormatan terhadap budaya lokal. Dia menyebut Papua memiliki potensi besar di bidang pangan, perikanan, energi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Djamari, Papua kini diposisikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru nasional. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh narasi yang dapat memicu pesimisme dan perpecahan.

Sorotan terhadap film ‘Pesta Babi’ juga datang dari tokoh perempuan adat Papua, Yasinta Moiwend atau Mama Papua. Dia mengaku kecewa karena tidak memahami aktivitas yang diikutinya akan digunakan sebagai bagian dari film dokumenter dengan narasi tertentu.

“Saya ingin masyarakat Papua hidup lebih baik, anak-anak bisa sekolah, dan masyarakat mendapat pekerjaan,” katanya.

Pernyataan Mama Papua dinilai menunjukkan pentingnya etika dalam produksi karya dokumenter yang melibatkan masyarakat adat. Sejumlah pihak menilai masyarakat Papua membutuhkan pembangunan nyata dibanding narasi yang memicu konflik sosial.

Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi juga meminta masyarakat tetap berpikir kritis terhadap isi film tersebut. Dia menilai Papua tidak bisa hanya dilihat dari satu sudut pandang.

“Papua tidak boleh hanya dipahami dari sudut pandang konflik, tetapi juga dari semangat persaudaraan dan pembangunan,” ucapnya.

Tokoh pemuda adat Tabi Paulinus Ohee mengingatkan generasi muda Papua agar menjaga persatuan. Dia menilai stabilitas menjadi faktor penting agar Papua berkembang dan masyarakat memperoleh manfaat dari program pembangunan pemerintah. (*/red)

Latest articles

Wabup Manokwari Ajak Orang Tua Dukung Penuh Program BIAS di Sekolah

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Pemerintah Kabupaten Manokwari menegaskan komitmennya memperkuat pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebagai upaya melindungi kesehatan peserta didik dari berbagai...

More like this

Kepala Suku Besar Moni Ajak Masyarakat Papua Jaga Persatuan demi Pembangunan

JAYAPURA, LinkPapua.id – Kepala Suku Besar Moni, Musa Kobogau, mengajak seluruh masyarakat Papua menjaga...

DLH Jayapura-WWF Papua Ajak Komunitas Kampanyekan Isu Sampah Makanan

JAYAPURA, LinkPapua.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Papua, bersama WWF Indonesia Program...

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Diamankan di Tanjung Priok Jakarta, 2 Oknum Aparat Diperiksa

JAKARTA, LinkPapua.id – Tim gabungan menggagalkan peredaran ilegal 100 ekor satwa liar dilindungi asal...