Serapan Anggaran Lemah di 2020, DPR PB: Tahun ini Kita Awasi Ketat OPD

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com- Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR PB) akan memperketat pengawasan penggunaan APBD tahun ini. DPR mengklaim penyerapan anggaran di 2020 sangat lemah, hingga harus ada presur terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kita tidak akan main-main lagi terhadap pengawasan anggaran yang mengakibatkan keterlambatan penyerahan rancangan APBD. Soalnya pengalaman tahun lalu juga penyerapan anggaran lemah, makanya kita dari pihak legislatif akan lakukan pengawasan ketat sambil mendorong pihak eksekutif maksimal menjalankan program,” kata Ketua DPR PB, Orgenes Wonggor di sela sela penyerahan DPA kepada SKPD, kemarin.

Baca juga:  Aktivis Papua Barat: Penembakan Hewan Konservasi Tanpa Izin Tindakan Terorisme

Penyerahan DPA Papua Barat mengalami keterlambatan. Wonggor mengkhawatirkan, keterlambatan ini akan berpengaruh pada penyerapan anggaran yang tidak maksimal.

Kata dia, penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran tahun 2021 ini kepada SKPD sudah memasuki semester kedua. Sementara pada semester pertama belum ada kegiatan yang dilaksanakan.

“Karena itu kami minta kepada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menggunakan cara yang dapat dipertanggung jawabkan dalam memaksimalkan penyerapan anggaran. Supaya pada akhir tahun semua kegiatan dalam program pemerintah yang pro rakyat dapat terealisasi dengan tepat sasaran,” pintanya.

Baca juga:  PMR Wira Wakili PMI Papua Barat Ikut National Youth Champions dan Forpis 2021

Wonggor memastikan setelah penyerahan DPA, beberapa bulan ke depan legislatif melalui komisi-komisi akan memanggil OPD untuk hearing tentang penyerapan anggaran tahun 2021.

“Ini kita kebut juga supaya kita tahu seberapa besar penyerapan anggaran,” jelas Orgenes Wonggor.

Peningkatan pengawasan APBD ini dilakukan legislatif karena pada tahun anggaran sebelum hingga 2020 penetapan APBD dilakukan pada bulan Desember. Tetapi tahun 2021 ini diserahkan pada bulan Januari 2021.

Mengingat dokumen RAPBD Perubahan Papua Barat tahun 2021 harusnya pihak eksekutif menyerahkan kepada legislatif untuk dibahas pada bulan Juli 2021, Wonggor mengatakan secara kelembagaan akan menyurati Gubernur dalam waktu dekat untuk mengingatkan.

Baca juga:  Musda III IAKMI, Pemprov Papua Barat Dorong Lahirkan Solusi Kesehatan

Sementara Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat dikonfirmasi awak media terkait keterlambatan penyerahan DPA SKPD ini menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan memperbaiki cara kerja seperti ini.

“Berangkat dari pengalaman ini maka APBD Perubahan tahun 2021 dan APBD induk tahun 2022 akan kita dorong lebih awal supaya tidak terjadi terlambat lagi sehingga penyerapan anggaran juga maksimal, semua program terealisasi,” pungkas Gubernur. (LP2/red)

Latest articles

Pelajar ‎Papua Barat Juara 1 Lomba Sains Internasional lewat Inovasi Biskuit...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pelajar Papua Barat meraih juara pertama dan medali emas dalam ajang World Science Environment Engineering Competition melalui inovasi biskuit berbahan dasar...

More like this

Pelajar ‎Papua Barat Juara 1 Lomba Sains Internasional lewat Inovasi Biskuit Buah Merah Cegah Stunting

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pelajar Papua Barat meraih juara pertama dan medali emas dalam ajang...

Setda Papua Barat Terapkan Sistem Satu Pintu Susun APBD-P 2026 dan Renja 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat menerapkan mekanisme satu pintu dalam...

PT Conch Dapat Dukungan Pemprov Papua Barat, Kuliahkan 3 Putra-Putri OAP ke China

MANOKWARI, LinkPapua.id – PT Conch West Papua Cement mendapat dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua...