PEGAF, LinkPapua.id – Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf) Dominggus Saiba mengeluarkan peringatan terhadap aksi pemalangan jalan yang sering terjadi di wilayahnya. Dia menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk hambatan di jalur utama yang menghubungkan Prafi dan Anggi.
“Dari mata jalan Prafi sampai Pegaf saya minta tidak ada palang-palang. Kalau ada, saya sendiri yang akan turun dan bongkar,” tegas Saiba saat menghadiri acara di Distrik Anggi, Minggu (22/2/2026).
Dominggus Saiba mengingatkan masyarakat bahwa akses jalan merupakan urat nadi mobilitas yang harus dijaga bersama. Dia meminta kerja sama dari para pemuda hingga kepala kampung untuk memastikan keamanan serta ketertiban lingkungan tetap kondusif.
Selain isu keamanan jalan, Bupati juga menyoroti masalah kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) yang kerap mangkir dari tempat tugas. Dia memerintahkan para pegawai yang masih berdomisili di luar daerah untuk segera pindah dan menetap di Pegaf.
“ASN asal Pegaf yang masih tinggal di Manokwari untuk kembali dan menetap di Pegaf,” tuturnya.
Pemerintah daerah tidak segan mengambil tindakan administratif bagi pegawai yang membandel dengan menetap di luar wilayah tugas. Sanksi tegas berupa penahanan gaji hingga pengembalian status kepegawaian ke daerah asal telah disiapkan bagi ASN yang tidak patuh.
Momentum peringatan ketertiban ini disampaikan Saiba di sela-sela peresmian Gereja Yerusalem Mbondidip oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Gubernur sendiri turut mengajak jemaat untuk mensyukuri kehadiran gedung rumah ibadah yang dinilai sangat megah tersebut.
“Gedung gereja ini sudah dibangun dengan baik dan megah, maka harus dimanfaatkan untuk beribadah dengan sungguh-sungguh,” ucap Dominggus dalam arahannya. (LP14/red)








