MANOKWARI, Linkpapua.id-Suasana haru menyelimuti halaman Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, pada Kamis (25/6/2026). Sebanyak 10 eks anggota dan 27 simpatisan dari Kowip I Kodap IV/Sorong Raya, Batalyon Ofir, dan Batalyon Sair Kodap IV Sorong Raya mengikrarkan janji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Upacara tersebut disaksikan langsung Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, jajaran Pemda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta dinas terkait.
Komandan Kodim (Dandim) 1806/Teluk Bintuni, Letkol Inf Yan Manggala D Simanjuntak, menegaskan, bahwa momen ini menjadi titik balik bagi para eks simpatisan untuk kembali membangun kampung halaman dengan cara yang damai dan terarah.
“Kami mengimbau saudara-saudara yang telah sadar bahwa jalur kekerasan tidak membawa perubahan, mari fokus membangun daerah. Negara hadir untuk mengawal proses ini bersama program pembangunan Pemkab Teluk Bintuni,” ujar Dandim.
Mengingat, bahwa sebagian besar eks simpatisan diketahui berasal dari wilayah Mayerga, Moskona Barat, Teluk Bintuni, maka kepulangan mereka menjadi bagian dari strategi komunikasi sosial yang mengedepankan pendekatan persuasif, bukan represif.
“TNI hadir bukan untuk memicu konflik, melainkan memberikan jaminan rasa aman dan melindungi masyarakat. Kami mengedepankan cara-cara humanis dan preventif,” tegas Letkol Simanjuntak.
Ia menambahkan, Forkopimda Papua Barat bersama Kodam XVIII/Kasuari dan Pemkab Teluk Bintuni berkomitmen mengawal proses pembinaan, serta memastikan akses pelayanan dasar bagi para eks simpatisan dan keluarga mereka.
“Saya yakinkan bahwa negara dan pemerintah hadir bagi saudara-saudara kita, termasuk 10 anggota TPN OPM beserta 27 keluarganya. Semua akan diproses sesuai usulan masyarakat dan program pembangunan daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dandim 1806/TB Letkol Inf Yan Manggala D Simanjuntak berharap, melalui langkah 37 warga yang telah kembali ini menjadi inspirasi bagi saudara-saudara lain yang masih berada di luar.
“Pemerintah membuka hati dan tangan selebar-lebarnya. Ada jaminan keamanan sepenuhnya bagi siapa saja yang ingin kembali ke NKRI secara sadar dan tanpa paksaan. Mari bersama mengawal pembangunan daerah agar lebih baik,”tegas dia.
Seperti diketahui, bahwa momen upacara ikrar setia ke NKRI oleh eks anggota dan simpatisan Kodap IV Soraya ini, menjadi simbol bahwa penyelesaian persoalan di Papua dapat ditempuh melalui dialog, rekonsiliasi, dan semangat membangun bersama demi keadilan sosial dan kemajuan daerah, secara khusus di tanah sisar matiti, wilayah pegunungan moskona, kabupaten Teluk Bintuni.(LP3/Red)
