Dinas Ketahanan Pangan Gelar Pelatihan Pembuatan Tempe Bagi PKK dan Ormas Wanita di PB

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat mengadakan pelatihan pembuatan tempe dan olahan tempe bagi kader PKK dan organisasi wanita.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari di Swiss-belhotel Manokwari. Ketua TP PKK Papua Barat Siti Mardiana Temongmere mengatakan, penguatan ekonomi merupakan fokus dari kegiatan TP PKK. Hal ini dikarenakan aspek ekonomi merupakan aspek yang krusial dalam menunjang kehidupan keluarga.

“Penganekaragam konsumsi pangan merupakan salah satu upaya yang terus dilakukan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Yaitu melalui perbaikan konsumsi pangan masyarakat menjadi lebih beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) baik sumber pangan karbohidrat, protein maupun vitamin dan mineral yang menjadikan kualitas gizi lebih baik,” jelas Mardiana saat membuka kegiatan ini, Rabu (17/7/2024).

Menurut Mardiana, Papua Barat memiliki beragam komoditas pangan. Di antaranya kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein tinggi.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, olahan tempe juga menjadi sumber peningkatan ekonomi keluarga

“Melalui inovasi olahan makanan dan pangan lokal, kita akan berupaya meningkatkan gizi keluarga dan berupaya untuk menekan angka stunting,” tambah Siti.

Siti mengimbau agar para kader PKK dan seluruh ormas wanita yang hadir agar dapat mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya. Agar nantinya pelajaran yang diperoleh dapat diterapkan dalam keluarga dan masyarakat.

Sementara itu ketua pelaksanaan kegiatan Yunita Ivanna Abaa menyampaikan, pemenuhan pangan sangat penting sebagai dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Untuk dapat hidup sehat dan produktif manusia membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi yang harus diperlukan dari makanan yang di konsumsikonsumsi dalam jumlah cukup,” ujar Yunita.

Adapun tujuan pelatihan ini yakni memberi edukasi kepada perempua dalam rangka mendukung konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) bagi keluarga.

“Diharapkan dari pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman khususnya pangan kacang-kacangan guna memperbaiki gizi masyarakat,” imbuhnya.(LP14/Red)

Latest articles

DPRK Manokwari Soroti Polusi Asap dari TPA Sowi Karena Sampah Terbakar

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Komisi III DPRK Manokwari mendatangi langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Sowi, Kabupaten Manokwari, Kamis (13/8/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai...

More like this

DPRK Manokwari Soroti Polusi Asap dari TPA Sowi Karena Sampah Terbakar

MANOKWARI, Linkpapua.id – Komisi III DPRK Manokwari mendatangi langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah...

IRI Indonesia Luncurkan Chapter Papua Barat: Hutan Bisa Jadi Rumah Ibadah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia meluncurkan chapter Papua Barat untuk membangun...

Peluncuran IRI Indonesia Chapter Papua Barat, Dominggus Dorong Kolaborasi Lintas Agama Lindungi Hutan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong kolaborasi lintas agama untuk memperkuat...