MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyiapkan tambahan anggaran untuk pembangunan gedung pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat. Pembangunan gedung tersebut ditargetkan rampung dan mulai difungsikan pada 2029 untuk mendukung pelayanan kesehatan di Papua Barat.
Dominggus meminta Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat dan Direktur RSUP menghitung kebutuhan anggaran pembangunan secara keseluruhan. Perhitungan tersebut akan menjadi dasar pemerintah untuk menentukan tambahan alokasi anggaran pada tahun anggaran berikutnya.
“Coba gedung di RSUP yang sedang dibangun itu dihitung RAP-nya (rencana anggaran pelaksanaan) agar anggaran yang selama ini Rp10 miliar, tahun depan bisa kita tambah,” ujar Dominggus saat memimpin rapat bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Rumah Dinas Gubernur Papua Barat, Susweni, Kamis (8/10/2026).
Menurut Dominggus, pemerintah perlu mengetahui total kebutuhan biaya hingga gedung selesai dan dapat digunakan. Dengan begitu, tambahan anggaran tidak diberikan secara bertahap tanpa perhitungan menyeluruh terhadap kebutuhan pembangunan.
Gedung pelayanan tersebut direncanakan memiliki empat lantai. Fasilitas itu diproyeksikan untuk pelayanan penyakit dalam, termasuk layanan jantung, kanker, dan saraf.
Pembangunan gedung diarahkan untuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan melalui program Papua Barat Sehat (PBS). Fasilitas tersebut juga ditargetkan mengurangi kebutuhan masyarakat Papua Barat untuk mendapatkan pelayanan atau rujukan kesehatan ke luar daerah.
“Ketika gedung ini jadi dan difungsikan dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan program Papua Barat Sehat tanpa harus dirujuk keluar daerah,” katanya.
Dominggus mengatakan pemerintah provinsi akan meningkatkan alokasi pembangunan mulai tahun depan. Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan secara bertahap pada periode 2027 hingga 2029.
“Tahun depan saya akan naikkan volume dananya sehingga tahun 2027-2029 gedung sudah selesai dan dapat difungsikan,” ucapnya.
Selain pembangunan fisik, Dominggus meminta kesiapan layanan diperhitungkan sejak awal. Kesiapan tersebut mencakup peralatan medis, tenaga spesialis, pembiayaan operasional, dan sistem pelayanan setelah gedung selesai.
Penguatan fasilitas RSUP ditempatkan sebagai bagian dari pelaksanaan program PBS di Papua Barat. Pemerintah daerah menargetkan gedung yang dibangun dapat menunjang pelayanan masyarakat tanpa harus bergantung pada rujukan ke luar daerah. (LP14/red)
