Dulu Diproyeksi Serap 500 Naker, Pabrik Sagu di Arandai Kini Mangkrak 

Published on

TELUK BINTUNI,LinkPapua.com– Pembangunan pabrik sagu yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Teluk Bintuni di Distrik Arandai menyisakan cerita miris. Proyek yang dulunya diproyeksi bakal menyerap 500 tenaga kerja, kini mangkrak.

Proyek ini ground breaking pada Februari 2024. Peletakan baru pertamanya dilakukan Wakil Bupati Matret Kokop.

Dari pantauan media ini, bangunan tersebut tak ubahnya bangunan tua. Di sekitarnya penuh semak belukar.

Pabrik berdiri dengan dinding dan atap dari seng. Pada dinding atas bagian depan, masih tertempel spanduk bertuliskan “Lokasi Pembangunan Pabrik Sagu Mini”, dengan gambar Petrus Kasihiw – Matret Kokop, Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni.

Di dalam bangunan itu, terlihat sejumlah peti kayu yang diduga adalah mesin pengolah sagu yang akan melengkapi pabrik tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Teluk Bintuni, Haris, saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik itu, kepada wartawan menjelaskan, mesin pengolah sagu tersebut adalah bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Dipilihnya Arandai sebagai lokasi pembangunan pabrik sagu, didasari karena bahan baku yang melimpah. Bahkan ketika pabrik yang target peresmiannya di tahun 2024 ini, akan menyerap tidak kurang 500 tenaga kerja saat sudah beroperasi.

Keterangan dari sejumlah warga di Kampung Arandai Distrik Arandai, sejak prosesi peletakan batu pertama oleh Matret Kokop di awal tahun 2024, hingga kini tak terlihat lagi aktivitas pekerja di lokasi tersebut.

Roy Marthen Masyewi, anggota DPRD Teluk Bintuni yang dikenal peduli pada pengelolaan pangan lokal, mengapresiasi rencana pemerintah daerah membangun pabrik sagu. Namun ia juga mencemaskan, pabrik sagu itu hanya akan menjadi proyek mencusuar Dinas PMK yang hanya gemerlap dipermukaan, namun tidak ada manfaat di masyarakat.

“Jangan sampai ini menjadi proyek mangkrak kedua yang menyusul pabrik pengalengan ikan di SP 1 Bintuni,” kata Roy.

Haris, Kepala Dinas PMK kepada media ini menjelaskan, proses pembangunan pabrik sagu mini itu sementara masih menunggu pengiriman material beton dari luar. Meski saat ini belum ada aktivitas pembangunan di lokasi, Haris optimis pabrik sagu mini itu akan diresmikan sesuai target awal.

“Karena dari sana (pabrik beton pancang) sudah dirancang. Tingga tancap dan pasang saja,” kata Haris, terkait proses pembangunan yang akan berlangsung cepat.(LP5/Red)

Latest articles

DPRK Manokwari Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pelayanan Publik

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mulai membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon...

More like this

DPRK Manokwari Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pelayanan Publik

MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mulai...

Papua Mulai Berperan dalam Kepemimpinan Politik Nasional

FAKFAK, linkpapua.id- Papua mulai menunjukkan peran dalam kepemimpinan politik nasional melalui munculnya sejumlah figur yang...

Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Kodim 1801/Manokwari Bersihkan Kali Sahara

MANOKWARI, Linkpapua.id— Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI),...