Gubernur Dominggus Minta ASN Papua Barat Tak Ikut Campur Demo Anarkis

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta ASN tidak ikut campur dalam aksi demonstrasi yang berujung anarkis. Dia menegaskan ASN lebih baik fokus menjalankan tugas sebagai pelayan publik.

Dominggus menekankan hal itu saat ibadah bulanan Pemprov Papua Barat yang digelar di lobi lantai I Kantor Gubernur, Senin (1/9/2025). Ibadah rutin awal bulan ini diselenggarakan Biro Kesra bekerja sama dengan Persekutuan Gereja-gereja Papua Barat (PGGP).

“Saya imbau agar kalian tidak ikut campur. Jika ada yang tidak puas dengan kinerja pemerintah, mari kita duduk bersama, kita diskusikan dan cari jalan keluar yang terbaik. Bukan dengan aksi demontrasi yang anarkis sehingga merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Dalam arahannya, Dominggus juga menyinggung kondisi Manokwari yang masih tidak kondusif. Dia menyebut sekolah diliburkan dan sejumlah aktivitas warga terganggu.

“Kita sudah baca dan dengar berita yang berkembang bahwa demo masih akan dilakukan. Namun, kenyataan beberapa hari lalu demo dilakukan secara tidak tertib. Banyaknya oknum yang menunggangi sehingga situasi demo berubah menjadi mencekam hingga merusak fasilitas umum,” katanya.

Dominggus mengingatkan kepada semua pihak agar menggunakan peran mereka untuk mempersatukan umat. Dia menekankan jabatan yang diemban adalah titipan Tuhan sehingga harus dipakai demi kebaikan bersama.

“Di sini kita dari berbagai macam latar belakang. Saya sendiri selain gubernur juga kepala suku besar Arfak. Ada juga pelayan Tuhan, pembawa firman, ketua kerukunan, kepala suku, dan semua pihak yang berpengaruh. Mari kita bersatu untuk mendamaikan situasi dan kembali mempersatukan umat,” tuturnya.

Menurutnya, menjaga kedamaian adalah tanggung jawab semua pihak yang punya kewenangan. Dia mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh berita hoaks yang justru merugikan banyak orang.

“Kita lihat situasi sekarang anak sekolah diliburkan, ada juga mama-mama yang dari Pegaf dan dari luar Manokwari yang datang mau jualan tidak bisa karena takut. Bisa jadi hasil dari mereka jualan digunakan untuk membeli beras, membiayai anak-anaknya, dan sekarang akhirnya terganggu. Ada juga yang mau berobat ke Manokwari terpaksa harus ditunda dan sakitnya semakin parah. Selain itu, perekonomian di pasar terganggu dan ini semua dampak dari demontrasi yang ditunggangi anarkisme,” bebernya. (LP14/red)

Latest articles

DPRK Wondama Dorong Pemkab Berikan TPP ASN Triwulan IV 2026, Jadi...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, kembali mendorong Pemkab Teluk Wondama mengupayakan pembayaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN pada triwulan...

More like this

PSSI Papua Barat Mulai Tahapan Pemilihan Ketua, Pendaftaran Dibuka 5-9 Oktober

MANOKWARI, LinkPapua.id – Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Barat...

Nilai Ekspor Papua Barat Agustus 2026 Melonjak Jadi US$297,51 Juta, Didominasi Bahan Bakar Mineral

MANOKWARI, LinkPapua.id – Nilai ekspor Papua Barat pada Agustus 2026 melonjak menjadi US$297,51 juta....

BGN Ungkap Perputaran Anggaran MBG di Papua Barat Capai Rp36 Miliar per Bulan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap perputaran anggaran program Makan Bergizi Gratis...