Gubernur Papua Barat Puji Warga Jaga Keamanan Nataru: Tak Boleh Bersifat Musiman

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memuji peran masyarakat dalam menjaga keamanan selama perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) 2025/2026. Namun, dia menegaskan partisipasi warga dalam menjaga ketertiban tidak boleh hanya bersifat musiman saat hari besar saja.

“Keterlibatan masyarakat tidak boleh bersifat musiman. Keamanan adalah tanggung jawab bersama dan harus dijaga secara berkelanjutan, bukan hanya pada momentum hari besar keagamaan,” ujar Dominggus saat memimpin apel perdana lingkup Pemprov Papua Barat di Kantor Gubernur, Senin (5/1/2026).

Dia menilai kesadaran kolektif masyarakat menjadi faktor kunci kondusifnya situasi di Papua Barat. Hal ini membuktikan sinergi antara warga dengan TNI dan Polri telah berjalan maksimal di lapangan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi menjaga keamanan dan kenyamanan. Kondisi ini memungkinkan umat Kristiani menjalankan ibadah Natal dengan penuh hikmat dan rasa aman,” katanya.

Menurut Dominggus, kondisi keamanan di Manokwari terpantau sangat stabil hingga awal Januari 2026 ini. Stabilitas tersebut sangat penting agar roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat bisa kembali normal pasca libur panjang.

“Puji syukur, sampai hari ini Manokwari dalam keadaan aman, damai, dan tenteram. Masyarakat bisa kembali beraktivitas, namun kewaspadaan tetap harus dijaga,” tuturnya.

Dia pun mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah meski situasi saat ini tergolong sangat kondusif. Koordinasi antara warga dan aparat keamanan harus tetap diperkuat demi mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas di masa depan.

“Papua Barat adalah rumah bersama. Kerukunan dan toleransi harus terus dirawat, karena jika nilai-nilai ini melemah, maka potensi konflik sosial akan semakin terbuka,” ucapnya.

Dominggus menekankan pemerintah daerah berkomitmen memastikan ruang hidup yang adil bagi semua umat beragama. Ia berharap toleransi yang sudah terbangun di Papua Barat tidak sekadar menjadi slogan semata.

Sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan aparat diharapkan menjadi fondasi kuat pembangunan daerah. Perdamaian yang berkelanjutan dinilai menjadi modal utama dalam memajukan Papua Barat ke depan. (LP14/red)

Latest articles

DPRK Manokwari Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pelayanan Publik

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mulai membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon...

More like this

BKMT Papua Barat Temui Manajemen PELNI di Jakarta, Siapkan Rencana Kerja Sama Edukasi

JAKARTA, LinkPapua.id – Pengurus Wilayah (PW) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat menemui...

Ketua BKMT Papua Barat Novia Utami Audiensi dengan Menag, Serahkan Proposal Sekretariat

JAKARTA, LinkPapua.id – Ketua Umum PW Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat Novia...

Papua Mulai Berperan dalam Kepemimpinan Politik Nasional

FAKFAK, linkpapua.id- Papua mulai menunjukkan peran dalam kepemimpinan politik nasional melalui munculnya sejumlah figur yang...