Istri dan Kuasa Hukum Ovan Ajukan Permohonan Rehabilitasi ke BNNP PB

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com– Istri dan Kuasa Hukum Ovan Setyo, seorang mekanik yang ditangkap oleh aparat Kepolisian Resor (Polres) Manokwari beberapa waktu lalu di Kelurahan Wosi dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis shabu mengajukan permohonan rekomendasi rehabilitasi terhadap Ovan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat, Senin (3/5/2021).

“Suami saya sangat menyesal. Kasus ini juga membuat kami benar-benar terpukul. Apalagi anak masih kecil dan sekolah. Kalau mendengar pengakuan bapak saat kami besuk di tahanan Polres, ia belum lama memakai shabu dan sembunyi di kamar mandi saat pakai,” kata Novita, istri Ovan dengan mata sembab usai menyerahkan berkas permohonan.

“Dia (Ovan,red) pakai shabu alasannya supaya kuat bekerja. Soalnya ia kerja siang sampai malam di bengkel sambil membangun rumah,” tambahnya lagi.

Novita sebelumnya mengajukan permohonan bantuan hukum untuk suaminya ke Lembaga Bantuan Hukum Insan Cita (LBHIC) Manokwari. Atas permohonan itu, Ovan kemudian didampingi oleh advokat Kurnia, SH dan Patrix Barumbun Tandirerung, SH sebagai kuasa hukum pendamping. Keduanya adalah Ketua dan Sekretaris LBHIC Manokwari.

Ditemui usai mengajukan permohonan rehabilitasi di BNNP Papua Barat, Patrix mengatakan, pihaknya bersama keluarga menganggap rehabilitasi adalah salah satu cara efektif untuk menyelamatkan Ovan sebagai korban penyalahgunaan narkotika.

Dalam keterangannya saat diperiksa oleh penyidik, Ovan memakai shabu 5 kali. Awalnya diajak, kemudian beli dari salah satu pengedar yang menggunakan jasanya sebagai mekanik. Pola ini menurut Patrix yang kerap dipakai pengedar yang ingin menciptakan ketergantungan.

“Meski berstatus tersangka, dalam situasi inilah, Ovan lebih layak disebut sebagai korban penyalagunaan. Sebagai korban ia perlu direhabilitasi berdasar pasal  54 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” jelasnya.

Meski begitu, menurut Patrix yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan anjuran rehabilitasi adalah BNNP Papua Barat berdasarkan hasil assesmen.

Sri sendiri sangat berharap agar permohonan rehabilitasi tersebut diterima dan menjadi bahan pertimbangan dalam seluruh proses hukum yang akan dihadapi suaminya.

Berdasar pantauan, Novita datang ke BNNP Papua Barat bersama seorang putrinya yang masih kecil. Selain kuasa hukum suaminya, ia juga ditemani oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) di tempat domisilinya di Kelurahan Wosi. (*/Red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

Pemkab Manokwari Pastikan Peserta JKN Tak Dibebani Iur Biaya Tambahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemkab Manokwari, Papua Barat, bersama BPJS Kesehatan memperkuat kepesertaan dan keaktifan...

Jaga Kesehatan di Usia Senja, Dora Rasakan Manfaat JKN hingga Kenal Prolanis

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dora Rumbarar (66), perempuan asal Manokwari, Papua Barat, memanfaatkan program Jaminan...

22 TPA dan TPQ di Manokwari Disiapkan Ikuti FASI 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari mematangkan persiapan pelaksanaan...