Karhutla, Kekeringan, dan Hujan Es di Puncak Papua Tengah, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

Published on

PUNCAK, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak, Papua Tengah, menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk menangani bencana karhutla, kekeringan, dan hujan es. Pemerintah daerah juga membentuk tim terpadu untuk mendata dampak serta menyalurkan bantuan kepada warga.

Status tersebut ditetapkan setelah Pemkab Puncak menggelar rapat bersama Forkopimda, TNI, dan Polri di Guest House Elvis Tabuni, Senin (24/8/2026) lalu. Tim terpadu akan menyusun pendataan dan kronologi kejadian sebagai dasar penerbitan SK tanggap darurat oleh Bupati Puncak.

Pj Sekda Puncak Nenu Tabuni mengatakan bantuan pangan dari pemerintah pusat telah disiapkan di Timika. Dinas teknis akan berkoordinasi dengan Bulog untuk mempercepat pengiriman bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Setelah SK tanggap darurat diterbitkan, dinas-dinas teknis, misalnya Dinas Ketahanan Pangan, akan berkoordinasi ke Timika dengan Bulog. Bantuan beras dan bantuan dari pemerintah pusat sudah disiapkan di sana, untuk segera di salurkan ke masyarakat yang terkena dampak,” kata Nenu dalam keterangannya, Kamis (27/6/2026).

Baca juga:  Uang Ada, Ekonomi Melambat: Butuh Akselerasi Kepemimpinan Gubernur Papua Tengah

Nenu menyebut bantuan akan diberikan selama 14 hari sesuai masa tanggap darurat. Penyaluran dilakukan langsung kepada warga terdampak dan tidak hanya dalam bentuk penyerahan simbolis.

“Tim yang sudah dibentuk ini bersama dengan Ketahanan Pangan akan melakukan dropping bantuan selama 14 hari. Pemerintah daerah tidak hanya menyerahkan secara simbolis, tetapi bantuan akan diberikan secara penuh kepada masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Bencana yang terjadi di Puncak berkaitan dengan kondisi El Nino yang memicu kekeringan dan hujan es. Dampaknya berupa kerusakan tanaman warga serta kebakaran hutan dan lahan yang menghasilkan asap di wilayah Ilaga dan sekitarnya.

Baca juga:  Tim Pemekaran DOB Manokwari Barat Minta Gubernur PBD Ralat Usulan ke DPR RI

“Di Kabupaten Puncak ini ada dua dampak bencana akibat musim El Nino. Pertama karena hujan es, dan yang kedua karena kebakaran hutan. Asap sudah sekitar satu minggu melanda Kota Ilaga dan sekitarnya,” ucap Nenu.

Kemarau disebut telah dirasakan di 25 distrik Puncak. Sementara hujan es yang sebelumnya terjadi di Agandugume, Lambewi dan Oneri kini berdampak ke 8 distrik lain, termasuk wilayah ibu kota kabupaten.

“Potensi musim kemarau ini hampir semua wilayah terdampak. Namun, yang sudah mengalami hujan es sebelumnya adalah Agandugume, Lambewi, dan Oneri. Sekarang dampaknya juga terjadi di 8 distrik lainnya, termasuk wilayah ibu kota kabupaten,” jelasnya.

Kerusakan tanaman akibat hujan es membuat sebagian sumber pangan warga terancam. Tanaman yang mengering setelah terkena panas juga lebih mudah terbakar ketika terkena api.

Baca juga:  Suporter Bakar Mobil-Rusak Fasilitas Stadion Lukas Enembe Jayapura

“Dampak pertama adalah hujan es. Tanaman warga terkena es. Ketika siang hari panas dan es mencair, tanaman menjadi kering. Kalau tanaman sudah kering, warga tidak bisa makan,” papar Nenu.

Kebakaran kemudian mengancam tanaman, honai dan rumah warga. Api dari kawasan hutan yang sulit dikendalikan dapat menjalar hingga ke permukiman.

Pemkab Puncak masih mendata rumah dan fasilitas masyarakat yang terdampak kebakaran. Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap gangguan kesehatan akibat asap, termasuk kemungkinan gangguan pernapasan dan infeksi saluran pernapasan.

Kekeringan juga mulai memengaruhi ketersediaan air bagi masyarakat Puncak. Warga di sejumlah wilayah bergantung pada aliran sungai dari pegunungan karena tidak memiliki sumur. (*)

Latest articles

Mengatasi Defisit Listrik di Manokwari, PLN Siapkan Tambahan Pasokan 10 MW

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Sistem kelistrikan di Kabupaten Manokwari saat ini mengalami defisit daya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan pembangkit sewa dengan kapasitas 10 megawatt (MW)...

More like this

Pansus Papua DPD RI Bakal Kunjungi Maybrat-Timika Bahas Penyelesaikan Konflik

JAKARTA, LinkPapua.id - Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI bakal mengunjungi Maybrat, Papua Barat...

Menko Pangan Zulhas: Pembangunan-Pemerataan Papua Libatkan Masyarakat Adat

SORONG, LinkPapua.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta pembangunan di...

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jayapura Papua, Tak Berpotensi Tsunami

JAYAPURA, LinkPapua.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 mengguncang wilayah Kabupaten Jayapura, Papua....