27 C
Manokwari
Jumat, April 10, 2026
27 C
Manokwari
More

    Kasus positif terus meningkat, fasilitas karantina COVID-19 Manokwari penuh

    Published on

    Manokwari- Fasisilitas karantina pasien COVID-19 yang dipersiapkan pemerintah Kabupaten Manokwari saat ini sudah penuh, menyusul temuan konfirmasi positif di daerah ini terus terjadi peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.

    “Sesuai informasi yang saya dapat dari teman-teman Satgas COVID-19 kapasitas fasilitas karantina di Manokwari ada 40 kamar. Dari jumlah tersebut hanya 30 kamar yang bisa dipakai dan 30 itu semua sudah terisi,” kata 1pJuru bicara pemerintah Provinsi Papua Barat pada percepatan penanganan COVID-19, Arnoldus Tiniap, Selasa (15/9)

    Dia menyebutkan, selain gedung karantina kabupaten pasien COVID-19 di Manokwari ditampung di rumah sakit umum (RSU) provinsi serta RSUD Manokwari. Tidak sedikit, warga positif COVID-19 di daerah ini yang masih menjalani isolasi mandiri.

    Baca juga:  Hari Pentakosta, Gubernur Dominggus Ajak Warga Papua Barat Terus Jaga Toleransi

    “Kalau yang isolasi mandiri itu suatu saat kondisinya memburuk dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit atau puskesmas, mungkin dalam bulan ini semua Faskes baik rumah sakit atau pun puskesmas akan penuh semua,” ucap Arnold lagi.

    Tiniap mengutarakan, di RSU Papua Barat saat ini masih perawat 13 pasien. Beberapa waktu lalu dua orang terpaksa dirujuk ke RSUD Manokwari karena mengalami gejala yang cukup berat.

    Baca juga:  Resmi! DPRK Wondama Umumkan Elysa Auri-Anthonius Marani sebagai Bupati-Wabup Terpilih

    Kasus COVID-19 di Papua Barat termasuk Manokwari, sebut Arnold, terus mengalami peningkatan sejak pertengahan Agustus 2020. Dalam tiga hari terakhir terjadi peningkatan cukup signifikan.

    “Dalam kondisi sekarang ini, kita prediksi suatu saat kita akan kewalahan baik dari sisi tenaga kesahatan maupun daya tampung Faskes. Bahkan bisa saja kita close. Kalau faskes penuh semua, lalu tenaga kesehatan terpapar maka layanan kesehatan bisa tutup,” ujarnya lagi.

    Baca juga:  Akses Jalan Menuju Kantor Gubernur PB Sudah Buka

    “Bisa jadi kondisi kita akan seperti Wuhan, untuk itu kita semua termasuk masyarakat harus melakukan langkah antisipasi, pencegahan dan lain sebagainya,” kata Arnold menambahkan.

    Sesuai data Satgas COVID-19 pernah 14 September 2020, kasus konfirmasi positif di Papua Barat saat ini sudah mencapai 1.185 orang. Dari jumlah itu 691 berhasil sembuh dan 24 orang meninggal dunia.

    Dalam beberapa pekan terakhir, penambahan cukup signifikan terjadi di Kota Sorong, Teluk Bintuni, Manokwari, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Sorong Selatan, Fakfak dan Teluk Wondama. (LPB1/red)

    Latest articles

    Pemda Bangun 46 Unit Huntara untuk Korban Kebakaran Borobudur, Warga Diminta...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id– Pemerintah daerah membangun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana kebakaran di kompleks Borobudur kelurahan Padarni sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak....

    More like this

    Gubernur Papua Barat Temui Airlangga, Dorong Rakorteknas Tata Tambang

    JAKARTA, LinkPapua.id - Pemprov Papua Barat mendesak penyelenggaraan rapat koordinasi teknis nasional (rakorteknas) untuk...

    DPRP Papua Barat Bedah Detail Raperda Haji-Ziarah Wisata Rohani Hindari Multitafsir

    MANOKWARI, LinkPapua.id - DPRP Papua Barat membedah secara detail rancangan peraturan daerah (raperda) fasilitasi...

    DPRP Papua Barat Bahas Perda Bantuan Hukum, Prioritaskan Masyarakat Miskin-OAP

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Bapemperda DPRP Papua Barat saat ini tengah membahas raperda bantuan hukum...