Masyarakat Maluku di Papua Barat Sepakat Rekatkan Kebersamaan

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Sejumlah organisasi masyarakat Maluku yang tergabung dalam Forum Damai Maluku menggelar pertemuan untuk menyikapi pertikaian yang menewaskan 18 orang di Kota Sorong, Papua Barat. Forum ini menjadi wadah untuk merekatkan kembali kebersamaan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kerukunan Keluarga Ambon Maluku Tengah (KKAMT) Romer Tapilatu, Perwakilan Kerukunan Maluku Tenggara Naraha dan Perwakilan Ikatan Kerukunan Maluku Utara (IKMU) Hasmidin. Hadir juga perwakilan organisasi kepemudaan Maluku, Ormas Maluku Satu Rasa (M1R) Salam Sarane, Perwakilan Pemuda Kei Muhamad Refra, Perwakilan Pemuda Jasilou dan Perwakilan Pemua KKAMT.

Perwakilan masyarakat Maluku Tenggara, Moses Naraha mengajak agar masyarakat Maluku tetap menjaga tali persaudaraan.

“Untuk perkara di Sorong, jangan kita kaitkan ke daerah lain. Jangan kita coreng apa yang telah diletakkan oleh orang tertua kita terdahulu di tanah rantau. Terus kemudian, ingat bahwa setiap ada masalah-masalah yang terjadi lagi, ke depan harus diselesaikan melalui pertemuan bersama orang-orang tua kita di setiap daerah. Jangan timbulkan perkara atau ada korban. Apalagi melibatkan orang-orang yang tidak tau masalah,” ujarnya.

Perwakilan dari Maluku Utara, Hasmidin mengimbau agar kepada seluruh lapisan masyarakat Maluku, secara khusus Pemuda Maluku, agar setiap ada masalah jangan pernah mengabaikan rasa persaudaraan yang ada. Sehingga masalah apapun, jangan sampai menyebar dan memanaskan suasana di tempat lain.

Di kesempatan yang sama Ketua KKAMT Manokwari Romer Tapilatu mengungkapkan bahwa barometer kehidupan tatanan secara pemerintahan berada di Manokwari. Sebagai warga Maluku di Manokwari harus solid.

“Sejarah apa yang telah diletakkan oleh orang tua Maluku di tanah rantau agar bersama jangan patahkan atau langgar lagi. Karena orang tua kita ketika datang di sini pemuda jangan lupakan itu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pemuda Maluku agar jangan pernah membuat polemik. Terus daripada itu. Setiap permasalahan yang terjadi, hendaknya diselesaikan dengan musyawarah dengan melibatkan setiap kerukunan dan orang-orang tua.

Romer juga meminta agar setiap perwakilan orang tua khususnya di Manokwari, lebih memperhatikan anak – anak muda. Tujuannya, agar bisa memproteksi setiap masalah.

“Ke depan peristiwa ini menjadi pelajaran bersama. Mari menjaga ikatan kekeluargaan di tanah rantau,” harapnya. (LP3/Red)

Latest articles

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Sarana Latihan Rindam XVIII di Mansel

0
MANSEL, LinkPapua.id - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau sarana latihan Rindam XVIII/Kasuari di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat....

More like this

Khotbah Iduladha di RTP Borarsi Manokwari: Jangan Abaikan Penderitaan Orang Lain

MANOKWARI, LinkPapua.id – Khatib Ustaz Abdul Rahman mengingatkan umat Islam agar tidak mengabaikan penderitaan...

Sekda Papua Barat dan Wabup Manokwari Hadiri Salat Iduladha di Borarsi

‎MANOKWARI, Linkpapua.id-Pelaksanaan Salat Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah/2026 Masehi di Ruang Terbuka Publik (RTP)...

Sejumlah Personil Polda Papua Barat Terima Penghargaan dari Kapolda

MANOKWARI, Linkpapua.id— Polda Papua Barat memperkuat komitmen dalam mewujudkan sumber daya manusia Polri yang...