Pansus DPRD Manokwari Pertanyakan Kesiapan Faskar, Ini Jawaban Pemda

Published on

Manokwari, Linkpapuabarat.com – Ketua panitia khusus (Pansus) Corona Virus Disease (Covid-19) DPRD Manokwari, Romer Tapilatu  mempertanyakan kesiapan sejumlah fasilitas karantina (Faskar) yang disiapkan Pemda untuk karantina terpusat.

Pasalnya sejumlah tempat yang akan dijadikan faskar belum terlihat persiapannya. Hal ini berbanding terbalik dengan angka konfirmasi pasien positif Covid-19 di Manokwari yang terus meningkat.

“Bupati sudah menyampaikan ada beberapa tempat yang akan dijadikan sebagai faskar, tetapi sampai saat ini belum ada langkah-langkah yang dilakukan untuk menyiapkan itu. Ini penting agar jika ada pasien yang telah dinyatakan positif bisa langsung dirawat disana,”ungkap Romer Rabu (4/11/2020),  di kantor DPRD Manokwari.

Diungkapkan oleh politisi PKPI itu, karantina mandiri tidak efektif untuk mencegah penularan covid-19.

“Karantina mandiri untuk pasien yang positif covid tidak efektif. Siapa yang menjamin mereka tidak melakukan kontak dengan orang lain, sehingga harus karantina terpusat. Untuk karantina terpusat itu harus disiapkan fasilitasnya. Saya dapat informasi banyak pasien yang positif covid melakukan karantina mandiri. Kita belum tahu kendalanya apa sehingga belum disiapkan,” tambah Romer Tapilatu.

Sejumlah faslitas yang disiapkan sebagai faskar oleh Pemda Manokwari, seperti Balai Koperasi dan UMKM milik Dinas Perdagangan Papua Barat, rusunawa UNIPA Amban dan di Prafi. Pansus  sendiri dalam waktu dekat berencana akan melihat langsung kondisi tempat-tempat tersebut.

Terpisah, Ketua Harian Satgas Covid-19 Manokwari, Wanto menjelaskan faskar yang menggunakan Balai Pelatihan Koperasi Papua Barat tengah dipersiapkan fasilitas pendukungnya.

“Pembuatan pagar faskar di diklat koperasi prosesnya sudah 90 persen. Tinggal posko dan fasilitas penunjang lainnya. Kalau yang rencana faskar di distrik Manokwari Utara ditolak warga. Kalau yang rusunawa UNIPA, saya malah tidak tahu,” singkat Wanto Kamis (5/11/2020).

Wanto menambahkan, untuk fasilitas karantina di dataran Warmare, Prafi, Masni dan Sidey akan menggunakan RS Pratama Warmare.(LPB3/red)

Latest articles

PMI Papua Barat Akui Stok Belum Ideal-Tak Mampu Penuhi Permintaan RS

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat mengakui stok darah, khususnya di Kabupaten Manokwari, masih minim. Kondisi itu...

More like this

PMI Papua Barat Akui Stok Belum Ideal-Tak Mampu Penuhi Permintaan RS

MANOKWARI, LinkPapua.id – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat mengakui...

Pemda Manokwari Targetkan RSUD Jadi Rumah Sakit Rujukan, Tingkatkan Layanan Kesehatan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou menegaskan komitmennya untuk mengembangkan Rumah Sakit Umum...

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Timur Laut Kebar-Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,8 mengguncang wilayah Kebar-Manokwari, Papua Barat....