MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Papua Barat Deddy Sunandar meminta seluruh pengurus cabang (pengcab) meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai kejuaraan besar. Salah satu fokus mencakup agenda event regional di tanah Papua yang segera bergulir dalam waktu dekat.
“Saya berharap Manokwari terus menghasilkan atlet bulu tangkis untuk menghadapi berbagai event dalam daerah maupun regional hingga nasional,” ujar Deddy saat membuka Rapat Kerja (Raker) sekaligus pelantikan pengurus PBSI Cabang Manokwari masa bakti 2025-2029, Sabtu (25/4/2026).
Deddy menitipkan harapan besar kepada PBSI Manokwari sebagai lumbung atlet potensial bagi provinsi. Dia menyebut sejumlah agenda penting mulai dari tingkat lokal hingga nasional sudah menanti para atlet.
PBSI Papua Barat kini tengah merancang kejuaraan bulu tangkis tingkat provinsi yang bersifat wajib. Pihak pengurus merencanakan Teluk Bintuni sebagai lokasi pelaksanaan, tetapi saat ini masih melakukan koordinasi lebih lanjut.
“Ini sifatnya wajib dilaksanakan dan saat ini rencana diadakan di Teluk Bintuni tetapi kita masih berkoordinasi,” katanya.
Pihak pengurus juga menyiapkan pengiriman atlet untuk mengikuti kejurnas di luar wilayah Papua Barat. Terkait agenda regional se-tanah Papua, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya sudah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah.
“Para atlet dikirim keluar untuk ikut bagian dalam event nasional serta event regional se-tanah Papua yang telah diusulkan untuk tuan rumah. Kemarin Papua Tengah dan Papua Barat Daya mengajukan diri sebagai tuan rumah,” ucapnya.
Deddy mengakui pencapaian PBSI Papua Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatra Utara lalu belum membuahkan medali. Dia menjelaskan minimnya persiapan menjadi kendala utama karena kepastian keikutsertaan muncul secara mendadak.
“Kami sebenarnya tidak ikut saat PON kemarin. Hanya saja di tengah jalan kami diminta bersiap lalu memang kami ikut. Tapi, karena kurang persiapan sehingga tidak mendapatkan medali,” tutur Deddy.
Ketua Pengkab PBSI Manokwari Multazam menyampaikan keinginan menjadikan organisasi sebagai rumah bersama dalam agenda raker ini. Dia emaparkan berbagai regulasi baru demi memacu prestasi bulu tangkis di Manokwari.
Raker membedah aspek legalitas atlet, keabsahan organisasi, hingga mekanisme perpindahan atlet antarklub. Multazam juga merancang pelaksanaan kejuaraan sebanyak dua kali dalam setahun bagi para siswa.
“Kejuaran antarsekolah lebih fokus membina generasi anak-anak asli Papua. Kemudian membahas juga soal wasit yang berlisensi dilibatkan dalam setiap pertandingan,” beber Multazam.
Multazam turut menyoroti isu pengangguran serta kebutuhan sarana pendukung bagi kemajuan karier atlet. Tiga komisi dalam raker secara khusus membahas kebutuhan teknis pemain dan mengharapkan sokongan dana dari berbagai pihak.
“Kami juga berharap dukungan dana dari pemerintah maupun sponsor dari swasta dan BUMD atau BUMN,” lanjutnya.
Wakil Ketua I KONI Papua Barat Mamei Zadrak Saiba menyatakan dukungannya terhadap langkah PBSI Manokwari. Dia mengapresiasi upaya cabang olahraga yang aktif menata kelembagaan serta fokus membina atlet di daerah.
KONI Papua Barat menginginkan seluruh cabor mengikuti jejak PBSI Manokwari dalam menjalankan agenda formal organisasi. Mamei meminta tiap cabor segera menggelar musyawarah demi kejelasan status lembaga.
Pihak KONI memberikan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan event regional di tanah Papua. Mamei memasang target tinggi bagi para atlet bulu tangkis pada ajang nasional mendatang.
“Kami berharap PON 2028 di NTB (Nusa Tenggara Barat) bisa menyumbangkan medali bagi Papua Barat,” serunya. (LP2/red)
