Pencuri Patung Kasuari di Kantor Gubernur Papua Barat Ternyata Honorer Pemprov

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Ditreskrimum Polda Papua Barat menangkap tiga orang pelaku pencurian dan penadah replika patung burung kasuari di Kantor Gubernur Papua Barat. Dua pelaku utama berinisial RIM dan LLH merupakan pegawai honorer di lingkungan kantor gubernur yang nekat menggasak aset daerah tersebut demi keuntungan pribadi.

Penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam terkait hilangnya ikon kebanggaan masyarakat Papua Barat tersebut. Polisi mengidentifikasi para pelaku yang terdiri dari dua oknum honorer serta seorang penadah berinisial F.

Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat dan Wakapolda Patroli Malam Pasca Penyerangan di Fakfak

“Pada 29 Maret 2026 kedua pelaku pencurian mengambil dua buah patung kasuari tersebut dengan cara membuka baut sebanyak 3 buah baut pada setiap patung menggunakan 1 buah kunci pas ukuran 14 mm kemudian setelah baut terbuka. Kedua pelaku memotong alat patung menggunakan 1 buah gunting seng, kemudian kedua pelaku membawa 1 buah patung ke pinggir jalan untuk dipipihkan menggunakan 1 buah bongkahan batu,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua Barat Herly Purnama, Selasa (7/4/2026).

Para pelaku sempat menyembunyikan material patung yang sudah dipipihkan di sebuah tempat pembuangan sampah. Keesokan harinya, material tembaga tersebut dibawa ke Jalan Esau Sesa untuk dijual kepada penadah.

Baca juga:  Eks Kadis-Polisi Jadi Lulusan Perdana Hukum UNCRI, Rektor Ingatkan Moral

“Kedua pelaku atas pencurian menjual tembaga tersebut dengan harga Rp90.000 per kilogram dengan total berat tembaga yang dijual seberat 25 kilogram sehingga total uang yang diterima dari hasil menjual tembaga tersebut sebesar Rp2.250.000,” ungkap Herly.

Aksi nekat ini ternyata tidak hanya dilakukan sekali karena pelaku merasa mudah mendapatkan uang dari hasil curian tersebut. Pada aksi kedua, para pelaku kembali mengambil sisa material tembaga dari patung lainnya di area perkantoran.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Temui Airlangga, Dorong Rakorteknas Tata Tambang

“Pelaku berinisial LLH menjual tembaga tersebut dengan harga Rp90.000 per kilogram dengan total berat tembaga yang dijual seberat 18 kg sehingga total uang yang diterima dari hasil menjual tembaga tersebut sebesar Rp1.620.000,” pungkasnya.

Kasus hilangnya replika burung kasuari berbahan tembaga ini sebelumnya sempat viral dan menuai sorotan publik. Kini ketiga tersangka telah ditahan di Mapolda Papua Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (*/red)

Latest articles

Paskibraka Kabupaten Manokwari Dikukuhkan, Bupati Minta Jadi Teladan Generasi Muda

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Manokwari dalam rangka persiapan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81...

More like this

36 Paskibraka Papua Barat HUT Ke-81 RI Dikukuhkan, Gubernur Minta Jalankan Tugas Maksimal

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengukuhkan 36 anggota Pasukan Pengibar Bendera...

Pemprov Papua Barat Mulai Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Matoa, Distribusi Bibit Disiapkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memulai gerakan penanaman 1 juta pohon...

KNPI Papua Barat Gelar Renungan Malam HUT RI-Kibarkan 1.000 Bendera Merah Putih

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat menggelar renungan malam...