MANOKWARI, LinkPapua.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat Barnabas Dowansiba menilai suksesnya tiga agenda keagamaan berskala besar menjadi bukti kerukunan umat beragama di Papua Barat dan Papua Barat Daya tetap terjaga. Ketiga kegiatan tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Ini membuktikan bahwa toleransi antarumat beragama di Papua Barat dan Papua Barat Daya terjalin dengan sangat baik. Semangat persaudaraan dan kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan serta mendukung suksesnya berbagai kegiatan keagamaan,” ujar Barnabas dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Tiga agenda yang dimaksud yakni Pesparawi Nasional XIV 2026 di Kabupaten Manokwari, MTQ Papua Barat dan Papua Barat Daya di Kabupaten Kaimana, serta Pesparani Katolik IV Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni. Barnabas mengatakan keberhasilan tersebut mencerminkan sinergi pemerintah, panitia, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak. Terima kasih kepada pemerintah provinsi, pemerintah daerah, ASN Kementerian Agama, panitia, dan semua pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik,” katanya.
Selain itu, Barnabas mengapresiasi masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya yang menjaga toleransi antarumat beragama selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, sikap saling menghormati membuat seluruh agenda keagamaan berlangsung damai dan harmonis.
Barnabas menilai penyelenggaraan ketiga event tersebut turut mendorong perekonomian daerah. Kehadiran peserta, ofisial, dan tamu meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dia berharap semangat kolaborasi, toleransi, dan persatuan yang terbangun melalui ketiga agenda tersebut terus dipertahankan. Menurutnya, kerukunan menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan daerah.
“Semoga semangat kebersamaan ini terus kita rawat. Kerukunan adalah kekuatan utama dalam membangun daerah, sementara event keagamaan tidak hanya menjadi sarana pembinaan spiritual, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya. (LP14/red)
