Pulihkan Sektor Formal-Informal di Papua Barat, Pemprov Suntik Rp 224 M

Published on

BINTUNI, Linkpapuabarat.com- Pemerintah Provinsi Papua Barat menyalurkan bantuan tunai untuk pekerja formal dan informal yang terdampak pandemi. Nilai bantuan yang tersalur mencapai Rp 224 miliar dengan total penerima 52.317.

Bantuan diberikan melalui penyerahan program tangan kasih. Program ini telah digulirkan dalam tiga tahap.

“Program ini adalah bagian dari upaya pemerintah memulihkan kondisi sosial ekonomi yang tedampak pandemi. Kita harapkan pekerja sektor formal dan informal bisa kembali bangkit,” ujar
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Jumat (5/2/2021).

Ia mengatakan, pandemi Covid-19 sudah sangat berdampak pada kesehatan, sosial, masyarakat dan ekonomi. Sehingga dibutuhkan banyak stimulus untuk masyarakat.

Salah satunya dengan program Bapok APBD provinsi dan juga kabupaten. Ada 3 program pemerintah yang kata Dominggus tengah berjalan sekarang.

Pertama kesehatan. Ini terus dibenahi untuk bisa merawat pasien Covid-19. Termasuk ketersediaan APD yang berkaitan dengan kesehatan. Kedua sosial. Dimana program bapok yang digulirkan melalui lembanga keagamaan.

“Kita sudah mendapatkan data dari semua kabupaten PB yang mana sesuai dengan APBD provinsi kami sudah menggangarkan untuk 12 kabupaten,” jelasnya.

Selanjutnya program ketiga adalah tangan kasih. Program ini menyentuh sektor formal dan informal untuk para pelaku usaha di seluruh Papua Barat.

Khusus di Teluk Bintuni telah digulirkan beberapa tahapan. Tahap I sebanyak 5.075 paket, tahap II 5.075 paket dan tahap III 5.329 paket. Pada tahap II ada penambahan 254 paket. Sehingga total yang telah tersalur untuk daerah ini 15. 479 paket.

Adapun sasaran bagi pekerja formal dan informal yaitu kelompok pekerja mandiri, terdiri dari tukang ojek pedagang sayur, supir, petani, nelayan, serta profesi mandiri lainnya.

“Dan untuk kabupaten teluk bintuni mendapat alokasi sebanyak, 4.069 orang dengan total bantuan sebesar Rp 18.392.400.000,” jelas Gubernur.

Dengan keterbatasan APBD, gubernur meminta agar bantuan itu tepat sasaran.
Ia mengingatkan pada 6 Januari 2021 Presiden juga sudah meluncurkan program bantuan sosial tunai, PKH, dan sembako. Papua Barat mendapat jatah sekitar 9.000 lebih sasaran.

“Kita harapkan dengan bantuan ini akan mempercepat pemulihan ekonomi rakyat,” imbuhnya. (LPB5/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Tinjau Kesiapan RTP Borarsi Jelang Pembukaan Pesparawi Nasional...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meninjau kesiapan Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi yang akan menjadi lokasi pembukaan Pesparawi Nasional XIV di...

More like this

Sensus Ekonomi 2026, Wabup Bintuni Minta Dukungan Penuh Masyarakat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara mencanangkan pelaksanaan Sensus...

Phapeda Gandeng Pemkab Bintuni Kelola Sampah Bernilai Ekonomis

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

SOKSI Papua Barat Mulai Konsolidasi dari Teluk Bintuni, Alif Permana Ditunjuk sebagai Plt Ketua

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bertempat di Nusantara Resto, Kompleks Awarepi, pada Rabu (10/6/2026), malam, suasana santai...