Soal Temuan Beras Kedaluwarsa di Manokwari, Bulog: Cuma Salah Tempel Stiker

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com– Perum Bulog memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan pembagian beras kedaluwarsa di Kampung Maisepi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari. Bulog menegaskan, beras yang dibagikan adalah jenis fortifikasi yang memiliki kualitas lebih bagus dari beras biasa.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang Perum Bulog Manokwari, Stephanus Kurniawan melalui keterangan tertulis, Sabtu (21/10/2023). Kata Stephanus, pihaknya menindaklanjuti surat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua Barat nomor 100/452/kesbangpol PB/2023 tanggal 18 Oktober perihal penyampaian klarifikasi untuk menghindari hal-hal yang menimbulkan keresahan.

“Kami sampaikan bahwa beras khusus fortivit merupakan beras foritifikasi yaitu produk beras yang telah ditambahkan fortivikan berupa vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya sehingga memiliki gizi lebih baik dibanding beras lain,” kata Stephanus.

Kemudian dia menyebut beras fortifikasi yang diproduksi Bulog berupa kernel telah teruji secara laboratorium mengandung beberapa vitamin dan mineral. Beras tersebut menurutnya telah tersertifikasi registrasi PSAT yang dikeluarkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat Nomor Kementan RI PD.92.71-I-I-00-03-00012-02-2021.

“Pengemasan beras fortivit menggunakan metode vakum bertujuan untuk mencegah udara dan bertujuan menjaga kualitas beras,” ucapnya

Dikatakan bahwa beras fortivit yang disalurkan untuk program stunting diproduksi pada bulan April 2023 dan baik digunakan sebelum Bulan November 2023. Itu sesuai yang tertera pada stiker yang ditempel.

“Sedangkan stiker yang tertempel pada label pada kemasan tidak sesuai dengan tahun yang seharusnya, dikarenakan mendesak permintaan pada saat itu, sehingga pada saat produksi belum tersedia kemasan terbaru,” katanya.

Sebelumnya sempat viral kemasan beras bantuan dari tim pencegah stunting kepada warga di Kampung Maisepi. Bulog menegaskan, bahwa yang terjadi hanya salah tempel stiker.

Stiker yang terpasang di kemasan seharusnya masa kedaluwarsanya November 2023. Bukan 2022. (Rls/Red)

Latest articles

Wabup Bintuni Lepas 70 Anggota Kafilah MTQ XI Papua Barat ke...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara melepas 70 anggota kafilah Kabupaten Teluk Bintuni untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ)...

More like this

Polda Papua Barat Alami Penyegaran Organisasi, Sejumlah PJU dan Kapolres Dimutasi

‎MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap sejumlah Perwira...

Dandim Teluk Bintuni: Negara Siap Dampingi Eks Simpatisan yang Kembali ke NKRI

MANOKWARI, Linkpapua.id-Suasana haru menyelimuti halaman Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, pada Kamis (25/6/2026). Sebanyak 10 eks...

24 Kontingen Bersaing di Kategori Paduan Suara Wanita Pesparawi Nasional 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 24 kontingen dari berbagai provinsi bersaing pada kategori paduan suara...