MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Sulawesi Tengah menjadikan keikutsertaannya pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, sebagai bekal menghadapi peran sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XV pada 2029. Ajang tersebut dimanfaatkan untuk mempelajari penyelenggaraan Pesparawi tingkat nasional sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan pelaksanaan pada 2029.
“Kalau melihat penampilan tadi, saya harus mengakui mereka tampil maksimal. Kami yang menyaksikan benar-benar merasa diberkati. Saya sampai meneteskan air mata karena merasakan Tuhan hadir melalui penampilan mereka,” kata Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulawesi Tengah Diah Agustiningsih saat menyaksikan kategori musik gerejawi nusantara (MGN) di Aula Utama Universitas Papua (Unipa), Jumat (28/6/2026).
Sulawesi Tengah menjadi peserta pertama yang tampil pada kategori MGN. Mereka membawakan lagu wajib dan lagu pilihan terikat yang turut disaksikan Ketua LPPD Kabupaten Poso Heningsih EG Tampai.
Diah menilai kehadiran Sulawesi Tengah di Manokwari tidak hanya untuk mengejar hasil perlombaan. Dia menyebut Pesparawi Nasional XIV menjadi kesempatan mempelajari penyelenggaraan ajang nasional sebelum menjadi tuan rumah berikutnya pada 2029.
Menurutnya, pengalaman selama berada di Papua Barat akan dievaluasi sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan. Evaluasi itu juga mencakup pengemasan seni budaya yang akan ditampilkan kepada peserta dari seluruh Indonesia.
“Tentu kami akan mempersiapkan lebih baik lagi. Kami memiliki banyak seniman dan budayawan, terutama di Kabupaten Poso, yang dapat berkontribusi dalam pengembangan musik gerejawi Nusantara,” ucapnya. (LP14/red)
