26.6 C
Manokwari
Sabtu, Februari 14, 2026
26.6 C
Manokwari
More

    Tekan Kasus Malaria, 250 Lebih Kelambu Disebar di Papua Barat

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat tengah mendistribusikan 252.650 kelambu ke seluruh wilayah Bumi Kasuari. Upaya ini untuk menurunkan jumlah kasus malaria.

    Kepala Dinkes Papua Barat, Otto Parrorongan, mengatakan meski angka kasus malaria cenderung menurun dari tahun ke tahun, penurunannya belum mencapai hal yang diinginkan, yakni Annual Parasite Index (API) 1/1.000 penduduk.

    “Kita minta peran serta Dinas Kesehatan, baik provinsi dan kabupaten, maupun melalui petugas puskesmas dan kader kampung gencar melakukan edukasi penggunaan kelambu. Melakukan sosialisasi edukasi kepada masyarakat supaya kelambu yang kita bagi itu bisa digunakan oleh masyarakat,” ujar Otto dalam kegiatan Microplanning, Advokasi, dan Sosialisasi Kelambu Massal Regional Manokwari yang telah terlaksana sejak, Senin (13/2/2023).

    Baca juga:  HKN ke-61 di Papua Barat: Fokus Tak Lagi Mengobati, tapi Menjaga yang Sehat

    Menurut Otto, banyak kelambu sudah dibagi, tetapi disimpan saja dan tidak dipakai sehingga masyarakat harus benar-benar diberi pemahaman.

    “Kelambu berinsektisida sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit malaria. Kalau ini terbagi dan dipakai oleh semua masyarakat kita, saya yakin sekali malaria itu akan cepat sekali turun,” katanya.

    Sementara, Kasie P2PM Dinkes Papua Barat, Edi Sunandar, menilai bahwa pemakaian kelambu sangat efektif menurunkan angka kasus malaria. “Strategi pemakaian kelambu merupakan kebijakan internasional,” tuturnya,

    Baca juga:  Sekda Papua Barat: Dokumen DPA Dikembalikan Kemendagri untuk Dilengkapi OPD

    Dia mencontohkan di Afrika yang endemis malaria. Masyarakatnya memakai kelambu antinyamuk sebesar 85 persen dan kasus akan turun pada tahun berikutnya sebesar 50 persen setelah pemakaian kelambu.

    Edi menjelaskan, mekanisme pembagian kelambu berbeda dibandingkan pada 2017 dan 2020. Jika sebelumnya dengan melihat jumlah kasus per daerah, maka saat ini disebar merata.

    “Papua Barat tinggal di (Kabupaten) Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, dan Tambrauw yang ada kasus tinggi. Jadi, empat Kabupaten ini semua masyarakatnya dikasih per tempat tidur,” bebernya.

    Baca juga:  9 Tersangka Kasus Pemalsuan Dokumen CPNS Resmi Diserahkan ke Kejati Papua Barat

    Sementara, Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, Sorong, Pegunungan Arfak, dan Kota Sorong akan diberikan hanya di daerah yang kasusnya masih tinggi.

    “Daerah atau distrik yang rendah yang khususnya sudah rendah itu tidak diberikan kelambu sehingga alokasinya akan sangat berbeda,” ucap Edi.

    Meski sudah beda wilayah administratif, Edi mengaku wilayah Papua Barat Daya akan tetap disalurkan sebab pendanaan kelambu diprogramkan pada 2022. (LP9/Red)

    Latest articles

    Plt Kadistrik Tembuni Bintuni Warning Guru-Nakes: Jangan Tinggalkan Tempat Tugas!

    0
    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Plt Kepala Distrik Tembuni, Yomima Ibori, memberikan peringatan kepada seluruh tenaga pendidik dan tenaga medis di wilayahnya. Dia menegaskan agar...

    More like this

    Gubernur Dominggus Lantik 295 Pejabat Administrator-Pengawas Pemprov Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melantik 295 pejabat administrator dan pengawas...

    HPN 2026, Gubernur Papua Barat Ajak Pers Dukung Konservasi Lewat Aksi Tanam Pohon

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh insan pers memperkuat status...

    6 Gubernur Se-Papua Teken 9 Poin NbCS di Manokwari, Ini Isinya

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Enam gubernur di tanah Papua menyepakati sembilan poin untuk mempercepat pembangunan...