27 C
Manokwari
Sabtu, Februari 7, 2026
27 C
Manokwari
More

    Ucapan Rasis Picu Kerusuhan di Yalimo, GNK Ajak Dialog Damai

    Published on

    YALIMO, LinkPapua.id – Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) menyoroti kerusuhan di Distrik Elilim, Yalimo, Papua Pegunungan, yang dipicu ucapan rasis antarpelajar. Inisiator GNK, Habib Syakur Ali Mahdi, meminta semua pihak meredam amarah lewat dialog damai.

    “Indonesia ini dibangun atas semangat Bhinneka Tunggal Ika. Satu kata, satu ucapan yang salah bisa menjadi bara. Tetapi bangsa ini akan hancur jika bara itu dibiarkan menjadi api. Kita tidak boleh kalah oleh provokasi rasis yang hanya memecah persaudaraan,” ujar Habib Syakur dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).

    Baca juga:  Bertepatan Kunjungan Wapres RI, Musda Golkar Manokwari Ditunda

    Habib Syakur menilai peristiwa itu harus menjadi pelajaran bersama, bukan bahan memperlebar jurang kebencian. Dia menegaskan kerukunan harus dijaga dengan cara yang persuasif.

    GNK mendesak aparat, tokoh adat, tokoh agama, dan dunia pendidikan di Papua segera turun tangan. Menurutnya, dialog damai dan penegakan hukum yang adil menjadi kunci mencegah kerusuhan meluas.

    “Kita tidak boleh biarkan isu rasis ini dijadikan bahan bakar politik identitas atau dipelintir kelompok separatis. Semua pihak harus dewasa menyikapi, karena bangsa ini besar bukan karena satu suku, tapi karena kita bersatu,” katanya.

    Baca juga:  Parjal Papua Barat Dukung Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi KONI

    Dia juga mengingatkan generasi muda Papua agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Menurutnya, ucapan rasis dari satu individu tidak boleh digeneralisir menjadi kebencian kolektif.

    “Anak-anak Papua, kalian adalah bagian terhormat dari Indonesia. Jangan biarkan satu kata kotor merusak masa depanmu. Jawablah kebodohan dengan kecerdasan, jawablah kebencian dengan persaudaraan,” tambah Habib Syakur.

    Dengan sikap tegas ini, GNK berharap situasi Yalimo segera mereda dan masyarakat kembali rukun. Aparat diminta menjaga keamanan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

    Baca juga:  Wamendagri: Lahan untuk Pusat Penyelenggara Pemerintahan Papua Pegunungan Sudah Clear

    “Indonesia berdiri di atas keberagaman yang indah. Dari Sabang sampai Merauke, dari Toraja hingga Yalimo, semuanya adalah satu keluarga besar yang diikat oleh merah putih. Seluruh masyarakat harus sama-sama meredam amarah dengan kepala dingin. Mari jaga persaudaraan, sebab Papua dan seluruh Indonesia adalah satu bangsa, satu rumah, dan satu keluarga,” pungkasnya. (*/red)

     

    Latest articles

    Brigjen Pol Alfred Papare Jabat Kapolda Papua Barat, Janji Tingkatkan Layanan

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id- Brigjen Pol Alfred Papare S.I.K resmi menjabat sebagai Kapolda Papua Barat mengantikan Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., yang Menjabat sebagai...

    More like this

    Brigjen Pol Alfred Papare Jabat Kapolda Papua Barat, Janji Tingkatkan Layanan

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Brigjen Pol Alfred Papare S.I.K resmi menjabat sebagai Kapolda Papua Barat mengantikan...

    Polda Papua Barat Gelar Rangkaian Penyambutan Kapolda Hingga Penyerahan Pataka

    ‎MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menggelar parade penyambutan Kapolda Papua Barat yang baru,...

    Komisi II DPR RI Bahas Peluang Daerah Kelola Kawasan Perbatasan di Papua

    MERAUKE, LinkPapua.id - Komisi II DPR RI tengah mendiskusikan pemberian kewenangan lebih besar bagi...