34 UMKM Papua Barat Ikuti Bimtek Kemasan Makanan, Ditargetkan Punya NIB

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 34 pelaku UMKM Papua Barat mengikuti bimbingan teknis (bimtek) kemasan makanan di Manokwari. Peserta ditargetkan bisa memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) setelah mengikuti pelatihan.

Bimtek ini berlangsung selama dua hari, 21-22 Agustus, di Hotel Billy Jaya. Kegiatan digelar untuk mendorong UMKM agar lebih mandiri dan berdaya saing.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Otsus Setda Papua Barat, Syors Albert Ortisan Marini, menyebut pelatihan ini bentuk perhatian pemerintah. Dia menilai kemasan berperan penting dalam menarik minat konsumen.

“Dinas Koperasi dan UMKM selalu berupaya semaksimal mungkin dalam program pembinaan kepada pelaku UMKM dengan harapan UMKM dapat bertumbuh, mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya, Rabu (21/8/2025).

Menurut Marini, kemasan adalah langkah awal memperkenalkan produk kepada konsumen. Dia menyebut kesan pertama pembeli ditentukan dari bentuk kemasan.

“Apabila kualitas kemasan rendah, maka konsumen akan menyimpulkan bahwa kualitas produk di dalamnya juga rendah sehingga konsumen mengurungkan niatnya untuk membeli,” katanya.

Marini menambahkan kemasan juga menjaga kualitas dan kesegaran produk. Kemasan yang baik memudahkan distribusi dan penyimpanan.

“Kemasan juga melindungi roti dari kerusakan, terutama dalam penyimpanan maupun proses distribusi. Adanya kemasan menjaga produk dari kontaminasi debu, udara, maupun serangga,” tambahnya.

Dia berharap peserta bisa menerapkan ilmu dari bimtek ini. Dengan begitu, produk UMKM lokal makin menarik di mata konsumen.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat, Enos Aronggear, menuturkan target utama bimtek adalah peserta bisa memiliki NIB. Dari laporan yang diterima, seluruh peserta belum memiliki NIB.

“Pemerintah akan membantu para pelaku UMKM untuk memperoleh NIB karena syaratnya cukup mudah hanya dengan KTP dan HP android,” sebutnya.

Aronggear menyebut peserta bimtek mayoritas mama-mama asli Papua di Manokwari. Dengan kemasan menarik, produk UMKM akan makin diminati pasar.

“Dengan pengemasan yang menarik akan membuat konsumen menjadi tertarik untuk memberi atau berlangganan dengan produknya. Jika konsumen sudah menjadi pelanggan maka produknya akan terus meningkat kebutuhannya,” tuturnya. (LP14/red)

Latest articles

Fraksi NasDem Bersatu Soroti APBD Papua Barat 2025: Raih WTP, tapi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id– Fraksi NasDem Bersatu DPRP Papua Barat meminta evaluasi terhadap pelaksanaan APBD Papua Barat tahun anggaran 2025 meski Pemprov kembali meraih opini Wajar...

More like this

Fraksi NasDem Bersatu Soroti APBD Papua Barat 2025: Raih WTP, tapi PAD Tak Capai Target

MANOKWARI, LinkPapua.id– Fraksi NasDem Bersatu DPRP Papua Barat meminta evaluasi terhadap pelaksanaan APBD Papua...

Fraksi PDIP DPRP Papua Barat Cecar APBD 2025, Realisasi Anggaran-Aset Daerah 

MANOKWARI, LinkPapua.id – Fraksi PDI Perjuangan DPRP Papua Barat mempertanyakan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan...

Pemkab Manokwari Siapkan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat PAD

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna...