MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar nasional melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan pemasaran. Upaya itu mencakup penguatan kemasan dan merek hingga pemanfaatan pemasaran digital.
“Produk lokal bukan sekadar barang yang kita hasilkan dan kita jual. Di dalamnya terdapat kreativitas, kerja keras, keterampilan, budaya, serta potensi ekonomi masyarakat,” ujar Dominggus saat membuka Pameran Dagang Lokal bagi Pelaku Usaha dan UMKM Papua Barat 2026 di Manokwari City Mall, Jumat (9/10/2026).
Dia menyebut Papua Barat memiliki beragam potensi produk lokal, mulai dari perikanan dan kelautan, pertanian, perkebunan, olahan pangan, kerajinan tangan, fesyen, hingga produk ekonomi kreatif berbasis budaya masyarakat Papua. Potensi itu perlu dikembangkan agar menghasilkan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Dominggus, pameran dagang tidak cukup hanya menjadi tempat memajang dan menjual produk. Kegiatan ini juga perlu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, perbankan, pemerintah, investor, dan mitra usaha.
Dia menegaskan pengembangan perdagangan lokal harus dibarengi pemberdayaan UMKM dan peningkatan daya saing produk. Upaya itu meliputi penguatan kemasan dan branding, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, serta perluasan akses pasar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, lanjut Dominggus, berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas dan fasilitasi akses pasar. Dia juga mengajak masyarakat menggunakan dan mempromosikan produk lokal agar semakin dikenal luas.
“Jadikanlah pameran ini sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Papua Barat Bondan Santoso mengatakan pameran tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program hilirisasi produk lokal. Selain itu, juga menjadi sarana promosi bagi pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP).
Sebanyak 27 pelaku usaha berpartisipasi. Bondan menyebut keterbatasan akses promosi masih menjadi salah satu kendala bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dan memperluas jangkauan pemasaran.
Bondan menjelaskan pameran juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha, terutama dalam pemasaran dan pemenuhan standar kualitas produk. Melalui fasilitasi promosi itu, pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Tujuan pameran dagang lokal adalah membantu pelaku usaha untuk mempromosikan produknya agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” ucapnya. (LP14/red)











