Gubernur Dominggus: Papua Barat Sehat Tanggung Layanan di Luar BPJS, Pasien Tak Boleh Terbebani Biaya

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan program Papua Barat Sehat menanggung layanan kesehatan yang tidak tercakup BPJS Kesehatan. Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat itu diharapkan memastikan pasien tetap mendapat pengobatan tanpa terbebani biaya tambahan.

“Dengan adanya BPJS dan Papua Barat Sehat, tidak ada alasan bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena semua sudah ditanggung pemerintah,” ujar Dominggus saat menyerahkan manfaat program Papua Barat Sehat usai upacara HUT ke-27 Papua Barat di Kantor Gubernur, Senin (12/10/2026).

Baca juga:  Papua Barat Raih Opini WTP, DPRP Bentuk Panja Kawal Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

Dominggus mengatakan cakupan jaminan kesehatan di Papua Barat telah mencapai 98,48%. Capaian tersebut didukung pembiayaan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Menurutnya, Papua Barat Sehat melengkapi layanan BPJS Kesehatan, terutama untuk kebutuhan medis yang belum ditanggung dalam skema jaminan nasional. Program ini juga membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan lanjutan di luar fasilitas kesehatan yang tersedia di Papua Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Alwan Rimosan menjelaskan pemerintah provinsi turut menanggung biaya pendukung pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. Pembiayaan tersebut meliputi transportasi, tiket perjalanan, akomodasi, dan konsumsi sesuai ketentuan program.

Baca juga:  Rotasi Pejabat Dekati Akhir Masa Jabatan, Waterpauw: Jabatan Datang Bersama Godaan

Alwan mengatakan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan, termasuk penderita kanker payudara, dapat memperoleh dukungan pembiayaan untuk menjalani pengobatan. Bantuan itu mencakup kebutuhan selama perawatan, termasuk kemoterapi, sesuai kebutuhan medis dan ketentuan yang berlaku.

Dia menyoroti keterbatasan pembiayaan dalam skema tertentu yang disebut hanya menanggung sekitar Rp 15 juta. Nilai tersebut berpotensi tidak mencukupi bagi pasien yang membutuhkan pengobatan lanjutan, perjalanan berulang, dan biaya hidup selama menjalani perawatan.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Latih TP-PKK Olah Daun Kelor Jadi Pangan Bergizi

Alwan juga menyebut biaya penanganan pasien dapat mencapai Rp 96 juta dan Rp 78 juta. Besarnya biaya tersebut menunjukkan kebutuhan pembiayaan yang dapat muncul selama pasien menjalani pelayanan rujukan.

Melalui Papua Barat Sehat, pemerintah provinsi berharap pasien tidak perlu menanggung sendiri biaya pengobatan yang belum terakomodasi dalam skema pembiayaan lainnya. Dukungan tersebut juga diharapkan membantu keluarga pasien memenuhi kebutuhan perjalanan dan akomodasi selama perawatan di luar daerah. (LP14/red)

Latest articles

PAL-KOAP Terima Rp100 Miliar, Alex Wonggor Desak Porsi Anggaran Kontraktor OAP...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Perkumpulan Asosiasi Lokal Kontraktor Orang Asli Papua (PAL-KOAP) Papua Barat mendesak pemerintah menetapkan alokasi anggaran bagi kontraktor OAP sejak awal pembahasan...

More like this

PAL-KOAP Terima Rp100 Miliar, Alex Wonggor Desak Porsi Anggaran Kontraktor OAP Ditetapkan Awal

MANOKWARI, LinkPapua.id – Perkumpulan Asosiasi Lokal Kontraktor Orang Asli Papua (PAL-KOAP) Papua Barat mendesak...

Harapan Petrus Makbon di HUT Ke-27 Papua Barat: Kemiskinan Menurun-Gedung DPRP Rampung 2028

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Ketua I DPRP Papua Barat Petrus Makbon berharap momentum HUT...

‎HUT Ke-27 Papua Barat, Gubernur Dominggus Akui Pemerataan Pembangunan Masih Jadi Tantangan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengakui pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan...