Ali Baham Minta jangan Bergantung pada Beras: Ada Petatas, Keladi, Kasbi dan Sagu.

Published on

MANOKWARI, linkpapua. com- Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, masyarakat Papua Barat harus belajar mengubah pola pikir dalam menyikapi krisis pangan. Salah satunya dengan menjadikan pangan-pangan lokal sebagai konsumsi utama.

Hal ini disampaikan Ali Baham saat memimpin apel perdana ASN di Kantor Gubernur PB, Senin (6/11/2023).

“Karena itu OPD terkait saya minta agar dipastikan kita mengurangi ketergantungan pada beras. Lahan produksi padi semakin sempit. Bisa sebabkan kelaparan. Tapi kita punya pangan lokal yang bisa dikembangkan,” ujar Ali Baham.

Ali mengemukakan, mulai saat ini akan dilakukan gerakan ketahanan pangan lokal. Di mana ketergantungan pada beras akan dikurangi. Program ini kata Ali harus benar-benar fokus.

Baca juga:  Selter JPT Papua Barat, Ali Baham Ungkap 3 Besar Rampung Bulan Ini

“Jangan sampai gagal. Mau bantu saya kah tidak? Ubah minset kalau makan keladi dan petatas orang kampung, harus diubah. Mulai hari ini makan-makan di acara resmi di kabupaten atau provinsi, ganti nasi dengan petatas, keladi, kasbi, sagu rebus dan lain-lain. Beli dari Pasar Wosi dan sekitarnya. Mau makan nasi pulang ke rumah masing-masing sana,” ujar Ali Baham.

Ali Baham menegaskan akan segera menganggarkan lewat Biro Umum agar program pemberlakuan olahan bahan lokal sebagai makanan di setiap agenda resmi pemprov dan kabupaten bisa terealisasi.

Baca juga:  Bawaslu Manokwari kembalikan Sisa NPHD Pelaksanaan Pilkada Sebesar 2.6 Miliar

Ali lalu bercerita saat jalan-jalan ke Pasar Wosi. Kata dia waktu itu ada keladi tumbuk dan melihat banyak makanan lokal yang dijual tapi tak diminati warga.

“Nah ini yang akan kita ubah. Pangan lokal harus jadi konsumsi utama kita,” katanya.

Menurutnya, program ini juga akan didukung program subsidi transportasi bagi masyarakat penjual bahan lokal dari Kabupaten Arfak ke Manokwari. Sebab yang menjadi problem selama ini adalah biaya transportasi yang mahal dibandingkan dengan harga jual.

“Gerakan pangan lokal ini mudah-Mudahan keladi, petatas, dan kasi di pasar habis terus. Dengan demikian petani akan lebih giat bertanam termasuk dalam lahan pekarangan,” terang Ali Baham.

Baca juga:  PWKI Papua Barat Gelar Seminar Tingkatkan SDM Perempuan Kristen

Ali juga mendorong olahan pangan dibuat lebih menarik agar diminati warga.

“Segera konsultasi dengan ahli kuliner olah bahan lokal menjadi kuliner yang menarik bagi konsumen. Dibuat festival kuliner,” pintanya.

Selanjutnya, Ali menegaskan akan melaksanakan secara serius apa yang menjadi arahan Mendagri kepadanya.

“Saya harus memastikan semua proses di KPU dimonitor dengan baik. Hal-hal yang diperlukan akan dibahas bersama termasuk aparat keamanan,” katanya.  (LP1-red)

Latest articles

Pemprov Papua Barat Teken MoU dengan ICBA, Dorong Manfaat Karbon Hutan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Asosiasi Karbon Kredit dan Biodiversitas Indonesia (ICBA)...

More like this

Pemprov Papua Barat Teken MoU dengan ICBA, Dorong Manfaat Karbon Hutan untuk Masyarakat Adat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of...

‎Kepala Kanreg XIV BKN Manokwari Temui Gubernur Papua Barat, Pengangkatan CPNS/PPPK Tunggu Pusat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kepala Kantor Regional (Kanreg) XIV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manokwari Jatmiko...

‎Pemprov Papua Barat Gelar Seleksi 4 Jabatan Eselon II, Presentasi Dijadwalkan 20 Oktober

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggelar uji kompetensi atau job fit...