Anggaran BBM Terbatas, DLH Mansel Hentikan Pengangkutan Sampah di Jalur Jalan

Published on

MANSEL, LinkPapua.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, menghentikan sementara layanan pengangkutan sampah di sepanjang jalur jalan wilayah Distrik Ransiki. Kebijakan ini menyusul keterbatasan anggaran operasional akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite.

“Kalau kita mengangkut di jalur-jalur, bahan bakar minyak (BBM) kita hanya bisa mengangkut sampai di bulan Agustus sehingga pengangkutan sementara hanya bisa kita lakukan di titik-titik BAK sampah sudah disiapkan,” ujar Plt Kepala DLH Mansel Kasim Rumatiga, Kamis (23/4/2025).

Kasim meminta seluruh masyarakat Distrik Ransiki membuang sampah pada titik lokasi bak sampah yang telah tersedia. Petugas kini memfokuskan armada untuk mengangkut sampah pada lokasi penampungan tertentu saja.

“Adapun titik lokasi BAK sampah di ransiki sudah disiapkan seperti di depan pasar sore, pasar kenangan, dan depan puskesmas di situ sudah tersedia, silakan buang di lokasi tersebut, jangan membuang sembarangan,” katanya.

Kenaikan harga Dexlite memaksa DLH Mansel melakukan efisiensi penggunaan anggaran operasional. Saat ini anggaran yang tersedia hanya mencukupi untuk biaya pemindahan sampah dan pembelian suku cadang armada.

Selain kendala biaya operasional, pihak dinas menghadapi persoalan penuhnya kapasitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Boako. Kondisi tersebut menghambat proses pembuangan sampah ke lokasi tersebut.

Kasim menjelaskan pemerintah daerah sebenarnya telah mengantongi lokasi untuk pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) permanen di Boako. Lahan tersebut kini tinggal menunggu proses pembangunan fisik.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga telah menyelesaikan penyusunan dokumen masterplan untuk fasilitas tersebut. Namun, Pemerintah Kabupaten Mansel masih membutuhkan dukungan dana dari pemerintah pusat guna merealisasikan pembangunan TPA.

“Teman-teman dari Dinas PU sudah menyiapkan masterplan, namun untuk pembangunan perlu dukungan dari pemerintah pusat karena keterbatasan anggaran di daerah,” pungkasnya. (*/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...

Survei Kerukunan Bintuni, Wabup Joko Minta Data Disampaikan Objektif

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Wabup Teluk Bintuni Joko Lingara membuka Rapat...

Antisipasi Konflik Zona Merah, Kesbangpol Bintuni Masuk Kampung Perkuat Wawasan Kebangsaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...