Pimpinan KKB Ditangkap di Bandara Yahukimo, Hendak Transaksi Senjata Api

Published on

YAHUKIMO, LinkPapua.id – Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Abdon Kisamdu ditangkap di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan. Abdon ditangkap pasukan Yon 462 Pasgat TNI AU dan Satgas Mandala Koops TNI Habema saat hendak melakukan transaksi pembelian senjata api (senpi).

Abdon ditangkap setelah turun dari pesawat Trigana Air Service PK-YSC jenis B737-500 yang mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai, Sabtu (19/9/2026). Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan Abdon telah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Mabes Polri.

Sebelum penangkapan, pasukan TNI mengamankan akses keluar-masuk Bandara Nop Goliat Dekai. Abdon kemudian diamankan ke salah satu ruang isolasi bandara setelah turun dari pesawat.

“Yang bersangkutan mengaku akan memborong senjata api untuk kelompoknya,” ujar Lucky Avianto dalam keterangannya dikutip, Senin (21/9/2026).

Abdon disebut menuju Dekai untuk melakukan transaksi pembelian sejumlah senjata api. Lokasi transaksi disebut berada di daerah Kali Seng, Yahukimo, Papua Pegunungan.

Pengakuan tersebut, menurut Lucky, diperkuat bukti percakapan yang ditemukan personel TNI dari ponsel Abdon. Abdon disebut sebagai Wadanyon TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur.

”Tidak dapat terbayangkan apabila yang bersangkutan dapat menyelesaikan transaksi pembelian senjata api tersebut, mengingat TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur tercatat telah melakukan serangkaian aksi kekerasan dan tindak kriminal di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan,” ujarnya.

Lucky kemudian menyebut pimpinan TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur Ananias Ati Mimin memiliki kedekatan dan kesamaan pikiran dengan Panglima Komando Daerah Perang III Ndugama TPNPB-OPM Egianus Kogoya. Dia mengaitkan Egianus dengan kasus pembunuhan sopir mobil travel Aris Sanda di Jalan Trans Wamena-Nduga serta sejumlah tindak kriminal lainnya.

Dia mengatakan TNI-Polri bersama aparat penegak hukum akan terus mengejar pelaku tindak kriminal di Tanah Papua. Pernyataan itu disampaikannya sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Seluruh personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III, lanjut Lucky, akan bertindak berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Dia menyebut Rules of Engagement (ROE) tetap dikedepankan untuk menjaga tindakan prajurit sesuai hukum dan menghormati HAM. (*/red)

Latest articles

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat (gercep) menindaklanjuti perubahan APBD. Dia mengingatkan keterlambatan...

More like this

DPRK Wondama Segera Bahas Usulan DOB Kuri Wamesa

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id - DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, mendukung usulan pembentukan calon Daerah...

Hasil Seleksi Ketat, Papua Barat Siapkan 30 Penyanyi untuk Paduan Suara Upacara HUT Ke-81 RI

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyiapkan 30 anggota paduan suara untuk...

Pemkab Bintuni Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2025, Realisasi Pendapatan Rp2,62 Triliun

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, menyampaikan Rancangan Peraturan...