Karhutla Papua Selatan Ancam Habitat 403 Spesies Burung di Taman Nasional Wasur

Published on

MERAUKE, LinkPapua.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan mengancam habitat 403 spesies burung di Taman Nasional (TN) Wasur, Kabupaten Merauke. Kebakaran berpotensi mengganggu ekosistem kawasan konservasi, termasuk habitat burung endemik Papua dan burung migran.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 1 November 2026 mencatat luas area terbakar di Papua Selatan mencapai 695 hektare. Dari jumlah tersebut, 253 hektare masih berstatus belum padam, dengan 379 titik panas dan 171 titik api tercatat di wilayah tersebut.

Luas area terbakar itu turun dari 1.742 hektare pada 31 Oktober menjadi 695 hektare pada 1 November 2026. Area yang belum padam juga berkurang dari 577 hektare menjadi 253 hektare dalam periode yang sama.

Berdasarkan data Balai TN Wasur, kawasan konservasi tersebut menjadi habitat bagi 403 spesies burung. Sebanyak 74 spesies merupakan burung endemik Papua, sedangkan sekitar 114 spesies termasuk satwa dilindungi.

TN Wasur juga menjadi tempat persinggahan burung migran dari Australia dan Selandia Baru. Kebakaran berpotensi merusak vegetasi serta lahan basah yang menjadi tempat satwa berlindung, mencari makan, dan berkembang biak.

Dampak kebakaran tidak hanya muncul saat api membakar habitat satwa. Asap dan perubahan kondisi lingkungan juga berpotensi mengganggu ekosistem kawasan tersebut.

BNPB bersama BMKG memperkuat pemantauan karhutla menggunakan citra satelit, drone, dan sistem digital untuk mengidentifikasi titik api. Penanganan juga melibatkan BPBD, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya.

Selain itu, BNPB dan BMKG melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah terdampak. Hingga 31 Oktober 2026, operasi tersebut telah melakukan 13 sorti penyemaian awan dengan total penggunaan 13.000 kilogram natrium klorida (NaCl).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP menyebut Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala BMKG Teuku Faisal melakukan pemantauan udara pada 31 Oktober 2026. Dari pemantauan itu, kepulan asap dan sejumlah titik api masih terlihat di Kabupaten Merauke.

“Karena itu, penanganan terus diperkuat melalui pemantauan berbasis satelit dan drone, verifikasi titik api, serta koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait untuk mempercepat respons di lokasi kebakaran,” kata Berton dalam keterangannya dikutip, Kamis (5/11/2026). (*/red)

Latest articles

Bupati Manokwari Pimpin Belanja Massal di Pasar Wosi Sambut HUT ke-128...

0
‎MANOKWARI, Linkpapua.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menggelar aksi sosial Gerakan Belanja Massal di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Kamis (5/11/2026). ‎ ‎Kegiatan ini diawali dengan apel gabungan...

More like this

199 Desa di Tanah Papua Masuk Program Elektrifikasi PLN hingga 2027

JAYAPURA, LinkPapua.id – PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyiapkan...

7 Batalyon Teritorial di Papua Beralih Komando, Kodam Minta Segera Menyesuaikan

JAYAPURA, LinkPapua.id – Kodam XVII/Cenderawasih mengalihkan komando dan pengendalian (kodal) 7 Batalyon Teritorial Pembangunan...

‎BBKSDA Papua dan WWF Susun Strategi Konservasi Kura-Kura Moncong Babi yang Terancam Punah

JAYAPURA, LinkPapua.id – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua bersama WWF-Indonesia Program...