MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Konferensi Sinode XII Gereja Kemah Injil (KINGMI) di tanah Papua yang akan berlangsung di Manokwari. Kegiatan pada 18–23 November 2026 itu diperkirakan dihadiri sekitar 2.000 peserta.
“Kami datang untuk menindaklanjuti audiensi sekaligus menyampaikan bahwa Manokwari telah ditunjuk sejak 2022 sebagai tuan rumah Konferensi Sinode XII. Kami juga memohon kesediaan Bapak Gubernur (Dominggus Mandacan) untuk memberikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta,” ujar ketua panitia Konferensi Sinode XII, Jemy Pigome, usai audiensi dengan Gubernur Dominggus di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Rabu (4/11/2026).
Jemy mengatakan Manokwari telah ditetapkan sebagai tuan rumah sejak 2022. Panitia memperkirakan konferensi bertema Berubah untuk Menjadi Kuat tersebut dihadiri 2.000 orang.
Jumlah itu mencakup 624 utusan dari 104 klasis, pengurus sinode, panitia, jemaat, serta tamu dari unsur pemerintah dan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Gereja KINGMI Jemaat Kairos, sedangkan sidang komisi berlangsung di Gedung LPMP Amban.
Panitia juga menyiapkan agenda wisata rohani ke Pulau Mansinam. Jemy menyebut agenda tersebut menjadi kesempatan bagi peserta dari berbagai wilayah tanah Papua untuk mengunjungi salah satu tempat bersejarah dalam perkembangan Injil di Tanah Papua.
“Kami juga menyampaikan keinginan saudara-saudara dari Papua Pegunungan dan Papua Tengah yang ingin berwisata rohani ke Pulau Mansinam. Mereka memiliki kerinduan untuk menginjakkan kaki di tempat bersejarah tersebut,” katanya.
Jemy mengatakan Gubernur Dominggus merespons positif permohonan dukungan panitia. Pemerintah provinsi menyatakan kesiapan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memenuhi kebutuhan akomodasi, transportasi, dan teknis kegiatan.
Panitia telah mengidentifikasi sejumlah kebutuhan prioritas untuk menunjang pelaksanaan konferensi. Kebutuhan itu meliputi penginapan, tenda, kursi, mobil toilet, kendaraan VIP, bus, pendingin ruangan, serta pelibatan pelaku UMKM lokal.
Selain fasilitas, panitia menghadapi kendala jadwal pelayaran kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI). Jadwal kapal yang tersedia pada 27 November 2026 tidak sesuai dengan rencana kepulangan peserta mulai 24 November, sehari setelah konferensi berakhir.
Jemy berharap pemerintah provinsi membantu koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi transportasi laut. Koordinasi dengan pihak pelabuhan juga diperlukan guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan menuju Pulau Mansinam.
Dia menjelaskan Konferensi Sinode merupakan forum tertinggi gereja yang membahas evaluasi pelayanan dan penyempurnaan tata kelola serta AD/ART. Forum tersebut juga akan menetapkan program pelayanan dan memilih kepemimpinan sinode.
“Dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan sinergi lintas instansi dapat memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ucapnya. (LP14/red)
