Badan Gizi Nasional Ancam Suspend Mitra yang Mark Up Harga Bahan Baku MBG

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan ancaman serius terhadap seluruh mitra penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang nekat melakukan penggelembungan harga bahan baku. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan anggaran negara terserap secara transparan dan tepat sasaran demi pemenuhan gizi masyarakat.

“Mitra yang mark up harga gila-gilaan dan menekan Kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan, akan saya minta kedeputian Tauwas untuk suspend tanpa pemberian insentif karena termasuk pelanggaran berat,” tegas Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Nanik menegaskan bahwa pihak BGN tidak akan memberikan toleransi bagi oknum yang mencoba mencari keuntungan berlebih di tengah program kemanusiaan ini. Pihaknya telah menetapkan alokasi anggaran yang sangat terukur, yakni sebesar Rp8.000 hingga Rp10.000 untuk setiap porsi menu yang disajikan.

“Saya minta untuk tidak diberikan insentif juga karena mitra yang demikian tidak akan pernah puas. Sudah dikasih insentif, masih saja nakal mark up harga bahan baku,” tambah Nanik.

Perilaku nakal mitra yang melakukan mark up dinilai mencederai tujuan utama penyediaan layanan gizi bagi masyarakat luas. BGN berkomitmen untuk terus memelototi setiap transaksi pengadaan bahan baku yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.

“Kita suspend satu minggu sampai mereka membuat pernyataan tidak mark up harga dan tidak monopoli menjadi supplier sendiri. Itu pelanggaran berat,” terang Nanik.

Sanksi penghentian operasional sementara tersebut bertujuan memberikan kesempatan bagi mitra untuk melakukan perbaikan manajemen internal. Jika dalam masa hukuman tersebut mitra tetap tidak menunjukkan komitmen perbaikan, maka sanksi yang lebih berat akan segera dijatuhkan.

Peringatan keras ini dikeluarkan seiring dengan agenda pengoperasian kembali SPPG secara serentak pada 31 Maret mendatang. BGN berharap seluruh elemen pendukung dapat bekerja sesuai aturan teknis yang telah ditetapkan guna menjaga akuntabilitas program nasional ini.

Diharapkan transparansi dalam pengadaan bahan baku dapat menciptakan persaingan usaha yang sehat dan adil di antara para mitra. Hal ini sangat penting untuk memastikan anak-anak penerima manfaat mendapatkan kualitas makanan terbaik sesuai standar gizi yang direncanakan pemerintah. (*/red)

Latest articles

Dua Kali jadi Kapolres di Papua Barat, AKBP Hari Sutanto Pamit

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– AKBP Hari Sutanto mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolres Teluk Bintuni setelah dipercaya menjalankan tugas di wilayah tersebut. Hari mengaku mendapatkan kesan yang sangat...

More like this

Pemerintah Luncurkan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Karya Desainer Asal Padang

JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah meluncurkan logo dan identitas visual hari ulang tahun (HUT) ke-81...

Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Libatkan Masyarakat Umum

JAKARTA, LinkPapua.id – Pemerintah membuka polling terbuka buat memilih logo dan desain visual menyambut...

BPIP Tetapkan 76 Calon Paskibraka Pusat 2026 dari 38 Provinsi, Ini Daftar Lengkapnya!

JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menetapkan sebanyak 76 pelajar sebagai calon...