PARIS, LinkPapua.id – Presiden Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan resmi kenegaraan ke Paris, Prancis, untuk membahas posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi serta geopolitik global. Agenda bilateral ini memantapkan komitmen penguatan kerja sama pada sektor pertahanan, investasi, teknologi, dan energi.
“Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Iduladha,” ujar Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Kunjungan diplomatik tersebut menjadi langkah pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tengah ketidakpastian kondisi global. Prancis dinilai sebagai salah satu mitra krusial untuk membuka peluang investasi baru, transfer teknologi, serta meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah internasional.
“Publik harus melihat manfaat konkret kunjungan Prabowo untuk bangsa, mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” kata Bahtra.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono membeberkan keberangkatan kepala negara merupakan respons atas undangan langsung Presiden Emmanuel Macron. Pemenuhan komitmen ini baru terealisasi pekan ini setelah sempat tertunda akibat ketidaksesuaian jadwal kerja pada April lalu.
“Jadi waktu itu, saya kalau tidak salah tanggal bulan April, kunjungan yang diharapkan dilaksanakan. Namun waktu yang tidak cocok pada saat itu,” terang Sugiono.
Permohonan kunjungan resmi ini tercatat sudah diajukan oleh pihak otoritas Prancis sebanyak 2 kali kepada pemerintah Indonesia. Setelah penyesuaian jadwal bilateral tuntas, Presiden Prabowo langsung bertolak memenuhi undangan kedua tersebut.
“Jadi karena sudah diajukan dua kali, ini yang kedua ke beliau Pak Presiden memenuhi undangan ini,” tambah Sugiono.
Prabowo juga memanfaatkan sela waktu agenda resmi untuk berinteraksi langsung dengan para diaspora di Prancis. Dia mengikuti pelaksanaan salat Iduladha bersama para warga negara Indonesia (WNI) di Wisma Indonesia, Paris. (*/red)
