MANOKWARI, LinkPapua.id – Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf) Dominggus Saiba meminta Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan membantu mengawal pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meiyakh. Saiba membawa aspirasi masyarakat Pegunungan Meiyakh dalam pertemuan dengan Gubernur Papua Barat.
“Selagi Bapak Gubernur masih ada waktu sekitar tiga tahun (menjabat), masyarakat Pegunungan Meiyakh berharap Bapak Gubernur bisa bantu,” ujar Saiba saat bertemu Gubernur Papua Barat di kediamannya di Susweni, Manokwari, Selasa (8/9/2026).
Saiba mengatakan pembentukan DOB Pegunungan Meiyakh juga membutuhkan penataan wilayah melalui pemekaran sejumlah distrik. Distrik Didohu diusulkan dimekarkan menjadi satu distrik baru sehingga bersama distrik induk menjadi dua distrik.
Adapun Distrik Testega diusulkan dimekarkan menjadi dua distrik baru sehingga keseluruhan menjadi tiga distrik. Selain itu, terdapat usulan pemekaran satu distrik di wilayah Wariori untuk mendukung pembentukan Kabupaten Pegunungan Meiyakh.
Saiba berharap seluruh tahapan pemekaran tersebut dapat diproses sebelum masa jabatan Gubernur Papua Barat berakhir. Dia juga meminta untuk membantu mewujudkan aspirasi tersebut bagi masyarakat Suku Meiyakh.
“Harapan kami, sebelum Bapak Gubernur habis masa jabatan agar membantu pemekaran Kabupaten Pegunungan Meiyakh, Provinsi Papua Barat,” katanya.
Menurut Saiba, pembentukan DOB Pegunungan Meiyakh dapat menjadi salah satu bentuk warisan pemerintahan Gubernur Dominggus bagi masyarakat Suku Meiyakh. Selain itu, aspirasi pembentukan DOB Kabupaten Puncak Arfak juga masih terus diperjuangkan.
Saiba menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegaf siap memberikan dukungan terhadap perjuangan pemekaran tersebut. Dukungan itu juga mencakup proses pembentukan DOB Pegunungan Meiyakh.
“Masalah dukungan dari Pemda Kabupaten Pegaf, adik siap untuk dukung,” tegas Saiba.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan merespons positif aspirasi masyarakat Pegunungan Meiyakh. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, kata dia, pada prinsipnya mendukung usulan pembentukan DOB tersebut.
Namun, dia meminta Pemkab Pegaf menyiapkan kajian akademik sebagai dasar untuk melanjutkan proses pemekaran. Kajian tersebut disebut membutuhkan anggaran hingga Rp2 miliar.
“Saya berharap di perubahan APBD Pegaf uangnya cukup untuk kajian akademik karena itu bisa bunyi hingga Rp2 miliar,” tuturnya.
Gubernur Dominggus menegaskan penyelesaian kajian akademik menjadi langkah awal sebelum usulan pemekaran dibawa ke tahapan berikutnya. Setelah kajian rampung, pemerintah provinsi akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menyampaikannya kepada pemerintah pusat.
“Pada prinsipnya pemerintah provinsi mendukung aspirasi tersebut,” terangnya.
Selanjutnya, Gubernur Dominggus akan mengomunikasikan aspirasi pembentukan DOB Pegunungan Meiyakh kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi II DPR RI. Upaya tersebut dilakukan untuk membuka dukungan politik dan administratif terhadap usulan pemekaran.
Gubernur Dominggus juga meminta masyarakat turut memberikan doa agar perjuangan pembentukan DOB tersebut berjalan sesuai harapan. Dia meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan dukungan pemerintah.
“Saya minta masyarakat semua bantu do’a karena dari doa kita yang Tuhan dengar dan wujudkan,” ucapnya. (LP14/Red)
