COVID-19 masih mengkhawatirkan, sekolah tatap muka harus matang

Published on

MANOKWARI,Linkpapuabarat.com-Satuan pendidikan di Provinsi Papua Barat diharapkan melakukan persiapan secara matang sebelum menerapkan sekolah tatap muka pada Januari tahun depan.

Juru bicara penanganan COVID-19 Papua Barat, Arnoldus Tiniap, Jumat (11/12), mengatakan penyebaran di Papua Barat masih mengkhawatirkan. Penambahan masih terus terjadi.

“Kita harus benar-benar siap kalau ingin menerapkan sekolah tatap muka,” katanya.

Tiniap mengemukakan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara nasional belum merekomendasikan pembukaan kembali aktivitas pendidikan. Kondisinya belum memungkinkan karena ada potensi lonjakan kasus.

“Ada banyak moment di bulan Desember dimana pada situasi tersebut lonjakan kasus COVID-19 sangat mungkin terjadi. Pilkada baru selesai, dalam waktu dekat ada perayaan Natal dan cuti bersama,” ucap Arnold.

Menurutnya, wali murid atau komite sekolah harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan jika sekolah ingin menerapkan sekolah tatap muka. Disisi lain tata laksana serta sarana prasarana protokol kesehatan harus siap.

“Kalau terjadi apa-apa sama anak-anak nanti orang tua yang sedih dan repot. Kalau anak sakit karena terpapar COVID-19 orang tua mana yang tidak susah,” sebutnya

Arnold pun berpandangan bahwa belum semua siswa pada tingkatan pendidikan mampu menerapkan protokol kesehatan secara baik. Hal ini harus menjadi pertimbangan baik Dinas Pendidikan maupun sekolah.

“Anak-anak sekolah dasar tentu masih kesulitan untuk benar-benar menerapkan protokol, begitu pula SMP. Saat di dalam kelas mungkin bisa diatur, tapi saat jam istirahat hal itu sangat sulit karena mereka belum punya kesadaran yang baik tentang bahaya COVID-19,”katanya.

Sesuai peta penyebaran COVID-19 lanjut Arnold, seluruh daerah di Papua Barat saat ini memiliki kerentanan yang sama. Temuan kasus baru masih terus terjadi.

“Kalau terpaksa harus dilaksanakan sekolah tatap muka, anak-anak jangan masuk secara serentak. Harus diatur, disiapkan sift agar mereka masuk bergiliran,”pungkasnya. (LPB1/red

Latest articles

Komunitas Volly Ball Manokwari Gelar Turnamen, Bupati Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Komunitas Volly Ball Manokwari menggelar turnamen bola voli yang diikuti 18 tim dari berbagai tim. Turnamen yang dipusatkan di Lapangan Kodim...

More like this

Yulse dan Debri ‘Duo Uncri’ Bikin Kagum Tamu di Penutupan Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Duo penyanyi Universitas Caritas Indonesia (Uncri), Yulse Nahuwae dan Debri,...

Hadapi Pesparani Nasional, LP3KD Sebut Nilai Juara Papua Barat Belum Capai Standar

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – LP3KD Papua Barat menyebut nilai para juara Pesparani Katolik IV...

Prof Roberth Hammar Minta Pemprov Papua Barat Adil Dukung Anggaran Kegiatan Keagamaan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat...