Dugaan Pencemaran PT Medco, DLH Minta Limbah tak Dilepas ke Drainase

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Manokwari meminta PT Medco membuat kanal baru agar limbah tak dilepas ke drainase. Pelepasan limbah diduga menjadi penyebab rusaknya areal persawahan warga.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati DLH Manokwari Yohanes Ada Lebang mengatakan, pihaknya sudah meminta PT Medco agar tidak ada limpahan air ke drainase. Perusahaan diminta menghindari risiko meski pencemaran.

“Saran kami supaya tidak ada lagi air limpahan yang masuk ke drainase dan tidak sampai ke lahan sawah. Kalau tidak mengalir ke sawah pasti tidak akan jadi masalah,” ujar Yohanes, Jumat (22/4/2022).

Menurutnya, alternatif satu satunya adalah perusahaan harus membuat kanal baru. Kanal ini berfungsi menjadi areal pelepasan air limbah dari Medco.

Dijelaskan Yohanes, pada tahun 2020 DLH sudah pernah mengambil sampel di aliran drainase di SP 9 dan Sp 10. Jika saat ini tim kerja DPRD Manokwari akan melibatkan DLH untuk pengambilan sampel maka DLH siap untuk ikut turun lapangan.

“Pengambilan sampel bisa dilakukan dua tahun sekali. Jika masalah sampel dua tahun lalu kita sudah mengambil sampel. Jika tim kerja DPRD Manokwari ingin melibatkan DLH maka kami siap,” tuturnya.

Dia mengaku pengambilan sampel dua tahun sekali dilakukan karena keterbatasan anggaran di dinas. Pengambilan sampel tidak bisa dilakukan secara berkala setiap tahunnya.

“Namun jika ada laporan dari masyarakat ke DLH maka dinas akan turun lapangan,” ucapnya.

Soal kondisi air yang hitam menurut Yohanes, belum tentu itu merupakan pencemaran. Bisa jadi hal tersebut malah menyuburkan tanaman.

Disinggung mengenai aliran deras, ia menjelaskan, itu karena intensitas hujan yang cukup tinggi. Kondisi itu mengakibatkan meluapnya aliran drainase.

“Karena curah hujan yang tinggi dari hulu ke hilir. Kita kemarin juga minta harus dilakukan normalisasi kali, namun masih ada kendala dan kalau ada pencemaran ini terjadi tidak ada unsur kesengajaan,” tandasnya.(LP9/Red)

Latest articles

Pemprov Papua Barat Kebut Sertifikasi 2,29 Juta Benih Kakao-Kalapa

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat mengebut sertifikasi 2.290.100 batang benih komoditas perkebunan kakao, pala, dan kelapa. Benih tersebut ditargetkan siap disalurkan kepada petani...

More like this

Menggunakan Bright Gas, Pertamina Pecahkan Keseruan Memasak 8.100 Porsi Ayam Kecap untuk Masyarakat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Masih dalam rangkaian Hari Pelanggan Nasional, PT Pertamina Patra Niaga berbagi 8.100...

DPRK Manokwari Maraton Gelar RDP dengan Sejumlah OPD, Bahas Ranperda Pertanggung Jawaban 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – DPRK Maonokwari dijadwalkan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) secara maraton dengan...

Pemadaman Bergilir di Manokwari, Golkar Manokwari Dorong PLN Siapkan Masterplan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kabupaten Manokwari saat ini mengalami defisit pasokan listrik yang berdampak pada...