Efisiensi Berlanjut di APBN 2026, Sri Mulyani: Jawaban Saya Tegas, Iya

Published on

JAKARTA, LinkPapua.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan efisiensi anggaran akan tetap menjadi arah utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Dia memastikan efisiensi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan evaluasi kinerja kementerian/lembaga tahun ini.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani usai memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026 dalam rapat paripurna DPR RI ke-18 Masa Persidangan III. Dokumen itu akan menjadi dasar awal pembahasan penyusunan APBN 2026.

“Ini kan masih sekitar dua bulan lagi ya. Jadi, kinerja dari kementerian/lembaga dan langkah-langkah efisiensi mereka tentu akan masuk di dalam pertimbangan untuk penyusunan pagu dari anggaran APBN,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Selasa (20/5/2025).

“Pasti dilakukan, itu tadi. Jadi, kalau mau disampaikan jawaban saya, tegas iya dilakukan (efisiensi),” tegasnya.

Sri Mulyani menyebut efisiensi dilakukan demi memperkuat kualitas belanja negara agar lebih produktif dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Belanja negara tahun 2026 direncanakan dialokasikan sebesar 14,19% hingga 14,75% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dia menambahkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga akan diperkuat guna meningkatkan kualitas belanja daerah, layanan publik, dan kemandirian daerah.

“Pemerintah memperbaiki sinergi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah untuk peningkatan kualitas belanja daerah agar lebih produktif, perbaikan kualitas layanan publik dan penguatan kemandirian daerah. Melalui penguatan kualitas belanja tersebut, belanja negara dialokasikan di kisaran 14,19% hingga 14,75% PDB,” katanya.

Dalam jangka menengah, pemerintah akan fokus pada delapan strategi utama untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Strategi tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, pembangunan desa dan UMKM, pertahanan semesta, serta akselerasi investasi dan perdagangan global.

“Strateginya mengacu pada Asta Cita 8 prioritasnya Bapak Presiden baru dan kita optimalkan berdasarkan program-program yang di-develop oleh kementerian dan lembaga, tentu saja dengan arahan dan guidance dari Bapak Presiden,” ucapnya. (*/red)

Latest articles

Pelebaran Jalan Sinar Suri–Maruni Manokwari Masuk Tahap Konsultasi Publik

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memulai tahapan konsultasi publik pengadaan tanah untuk proyek pelebaran Jalan Sinar Suri–Maruni di Kabupaten Manokwari. Tahapan...

More like this

Gibran Tak Duduk Samping Prabowo Saat Sidang Kabinet, Istana Angkat Bicara

JAKARTA, LinkPapua.id – Istana Kepresidenan menjelaskan posisi duduk Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka...

Pemerintah Rencana Pangkas Anggaran Program MBG Jadi Rp229 Triliun Tahun Ini

JAKARTA, LinkPapua.id – Pemerintah berencana memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Rp268...

Pencarian Yanto Idorway Berlanjut, Diawali dengan Prosesi Adat

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memasuki hari keempat operasi pencarian terhadap korban hanyut di Air Terjun Memti,...