MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada triwulan II 2026. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku juga mencapai Rp21.113,16 miliar.
“Ekonomi Papua Barat triwulan II 2026 terhadap triwulan II 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 3,41 persen (y-on-y),” berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat dikutip LinkPapua.id, Sabtu (8/8/2026).
Data BPS Papua Barat mencatat PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 sebesar Rp21.113,16 miliar. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp13.549,85 miliar.
Secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Papua Barat mengalami kontraksi sebesar 0,12 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami kontraksi terdalam sebesar 5,61 persen.
Selain itu, dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) mencatat kontraksi terdalam sebesar 8,56 persen. Kondisi tersebut menggambarkan perlambatan aktivitas ekonomi dibandingkan triwulan sebelumnya.
Meski demikian, secara tahunan ekonomi Papua Barat tetap mencatat pertumbuhan 3,41 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,22 persen.
Dari sisi pengeluaran, komponen PKP mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,57 persen. Angka tersebut menjadi komponen pengeluaran dengan laju pertumbuhan paling tinggi pada triwulan II 2026. (*/red)
