Papua Barat Deflasi, Papua Barat Daya Inflasi di Agustus 2025

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua mencatat kondisi berlawanan pada Agustus 2025. Papua Barat mengalami deflasi, sedangkam Papua Barat Daya justru mencatat inflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Papua Barat mengalami deflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 107,47. Penurunan harga terjadi di empat kelompok pengeluaran utama.

“Deflasi y-on-y terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada empat kelompok pengeluaran,” tulis BPS dalam laporan resmi dikutip LinkPapua.id, Rabu (3/9/2025).

Kelompok yang mengalami penurunan harga adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,39 persen. Kemudian pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen, perlengkapan rumah tangga 1,13 persen, dan transportasi 4,58 persen.

Sementara itu, kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,29 persen. Disusul kelompok restoran 3,80 persen, rekreasi 2,50 persen, serta pendidikan 1,64 persen.

BPS juga mencatat deflasi month to month (m-to-m) Papua Barat sebesar 0,99 persen. Sedangkan deflasi year to date (y-to-d) tercatat 0,44 persen.

Berbeda dengan Papua Barat, Papua Barat Daya justru mengalami inflasi. Inflasi y-on-y provinsi termuda ini tercatat sebesar 1,88 persen dengan IHK 107,16.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,29 persen dengan IHK sebesar 111,16 dan inflasi terendah terjadi di Kota Sorong sebesar 1,74 persen dengan IHK sebesar 107,02,” tulis BPS.

Kenaikan harga di Papua Barat Daya dipicu oleh beberapa kelompok pengeluaran. Tertinggi berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,66 persen serta transportasi 3,13 persen.

Sektor lain yang mengalami kenaikan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,74 persen. Disusul restoran 2,62 persen, kesehatan 1,56 persen, pendidikan 1,22 persen, serta rekreasi 1,04 persen.

Adapun kelompok yang justru mengalami penurunan harga adalah pakaian dan alas kaki sebesar 2,05 persen. Kemudian perlengkapan rumah tangga turun 0,36 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,80 persen.

Papua Barat Daya juga mencatat inflasi m-to-m sebesar 0,87 persen. Sedangkan inflasi y-to-d tercatat 1,72 persen. (*/red)

Latest articles

DPRK Manokwari Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pelayanan Publik

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mulai membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon...

More like this

DPRK Manokwari Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pelayanan Publik

MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mulai...

BKMT Papua Barat Temui Manajemen PELNI di Jakarta, Siapkan Rencana Kerja Sama Edukasi

JAKARTA, LinkPapua.id – Pengurus Wilayah (PW) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat menemui...

Ketua BKMT Papua Barat Novia Utami Audiensi dengan Menag, Serahkan Proposal Sekretariat

JAKARTA, LinkPapua.id – Ketua Umum PW Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat Novia...