TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kontingen Kabupaten Fakfak menjuarai lomba paduan suara mrang muda Katolik (PS OMK) pada Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat. Kemenangan itu menjadi gelar keempat yang diraih Fakfak selama pelaksanaan ajang tersebut.
Lomba berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG), Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (9/7/2026). Fakfak mengungguli tiga kontingen lainnya pada kategori PS OMK.
Fakfak meraih juara pertama dengan nilai 81,71. Posisi kedua ditempati Teluk Bintuni dengan nilai 80,88, disusul Manokwari 80,58, dan Kaimana 80,29.
Hasil tersebut menempatkan Fakfak di posisi kedua klasemen sementara perolehan gelar Pesparani IV Papua Barat. Tuan rumah Teluk Bintuni masih memimpin dengan koleksi lima gelar juara.
Penampilan seluruh kontingen dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Perry Rumengan, Budi Yohanes Susanto, dan Veronika Silvia Rettob. Sebelum mengumumkan hasil lomba, dewan juri menyampaikan sejumlah catatan evaluasi kepada peserta, pelatih, dan pendamping.
“Teknik vokal harus terus dilatih. Intonasi yang baik akan membuat lagu terdengar lebih utuh dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan,” ujar Budi.
Selain itu, Budi mengatakan peserta perlu menjaga ketepatan intonasi dan membangun suasana atau mood yang sesuai dengan karakter lagu. Menurutnya, kedua aspek tersebut akan membuat pesan lagu tersampaikan dengan lebih baik.
Sementara itu, Perry menilai penghayatan menjadi unsur penting dalam penampilan paduan suara. Dia juga mengingatkan para dirigen agar lebih memperhatikan pengaturan dinamika sehingga pesan lagu dapat tersampaikan secara utuh kepada pendengar.
Adapun Veronika mengapresiasi penampilan seluruh kontingen. Namun, dia menilai setiap tim masih perlu meningkatkan kekompakan, penghayatan, dan penyampaian makna lagu.
“Semua peserta sudah tampil baik, namun masih perlu lebih terarah agar pesan lagu dapat tersampaikan secara utuh,” katanya.
Dewan juri berharap seluruh peserta menjadikan hasil perlombaan beserta catatan yang diberikan sebagai bahan evaluasi. Pembinaan paduan suara di setiap daerah juga diharapkan terus ditingkatkan sebagai persiapan menuju Pesparani tingkat nasional. (*/red)
