Febry Jein Reses di Raja Ampat: Dapat Keluhan KDRT hingga Modal Usaha

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Anggota DPR Papua Barat, Febry Jein Andjar, membuka dialog dengan masyarakat di Distrik Waisai, Kota Raja Ampat. Dialog membedah berbagai persoalan sosial dan ekonomi di masyarakat.

Selain di Waisai, dialog dalam rangka reses juga digelar di tiga lokasi. Yaitu di Kelurahan Sapordanco, Warsanbim, serta Bongkawir.

Selain berdialog dengan masyarakat, Febry juga mengadakan pelatihan pengelolaan keuangan keluarga yang dihadiri ibu-ibu perwakilan setempat. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB Kabupaten Raja Ampat, Aty.

“Kegiatan ini disambut sangat baik oleh ibu-ibu mengingat betapa pentingnya mengelola keuangan keluarga di tengah pandemi COVID-19. Sejak pandemi perekonomian Kota Waisai sangat terpuruk. Pembatasan sosial dan pembatasan wilayah membuat ekonomi masyarakat tak bergerak,” jelas Febry, Selasa (8/3/2022).

Menurut Febry, Raja Ampat adalah kabupaten yang mengandalkan sektor pariwisata. Namun, sektor ini terpukul akibat pembatasan sosial. Kata Febry, masyarakat merasakan dampak ekonomi yang sangat dalam.

“Tidak ada pengunjung yang bisa masuk ke Waisai. Jangankan turis asing, pengunjung lokal juga tidak bisa melakukan wisata. Sehingga warga mengeluh kurangnya pemasukan keluarga,” terang dia.

Selain ekonomi, kaum perempuan Waisai juga menyuarakan tentang perlindungan dari kekerasan. Kekerasan dalam rumah tangga masih terbilang tinggi.

Febry mengungkapkan, kaum perempuan berharap ada upaya konkret yang benar-benar bisa melindungi mereka. Karena selama ini mereka masih menjadi objek kekerasan.

Selain itu, mereka juga meminta pemberdayaan potensi kaum perempuan menjadi perhatian serius pemerintah. Disebutkan Febry, warga berharap ada pelatihan peningkatan kapasitas, kepercayaan diri serta kursus keterampilan kepada ibu-ibu rumah tangga yang menjadi pekerja informal.

“Kemudian bantuan modal juga sangat diharapkan mengingat kondisi perekonomian seperti sekarang ini sangat susah mencari tambahan penghasilan keluarga,” jelasnya.

Sementara, di Kelurahan Bongkawir masyarakat mengeluhkan sulitnya pasokan air bersih. Menurut Febry, proyek pengadaan air bersih yang digagas dua tahun lalu belum beroperasi efektif.

“Air bersih masih sulit. Belum sampai ke rumah-rumah warga. Ini yang diharapkan ada perubahan ke depan,” ucapnya. (LP3/Red)

Latest articles

HUT Ke-16 SMAS Katolik Villanova, Kadis Pendidikan Manokwari: Kecerdasan Butuh Integritas

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Manokwari, Parjianty, menegaskan integritas dan tanggung jawab harus berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, terampil,...

More like this

HUT Ke-16 SMAS Katolik Villanova, Apresiasi Dukungan Pemprov Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Katolik Villanova Manokwari mengapresiasi dukungan Pemerintah...

Bestari Saintek Unipa Latih Warga Mokwam Olah Hasil Tani Jadi Produk UMKM

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Bestari Saintek Universitas Papua (Unipa) melatih warga Distrik Mokwam, Kabupaten...

HUT Ke-27 Papua Barat, Gubernur Dominggus Pimpin Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin ziarah ke Taman Makam Pahlawan...