Pemkab Manokwari Siapkan Dua Lokasi Alternatif untuk TPA Baru

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id– Pemerintah Kabupaten Manokwari mulai menyiapkan langkah untuk mencari lokasi baru Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai upaya mengatasi persoalan pengelolaan sampah yang semakin serius di daerah tersebut.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan dua lokasi alternatif yang akan dilakukan survei untuk menentukan titik yang paling layak dijadikan lokasi TPA baru.

Salah satu lokasi alternatif berada di kawasan antara SP1 dan Wasai. Sementara lokasi lainnya berada di sekitar akses Jalan Bram Ataruri yang tembus ke wilayah Pami.

Menurut Hermus, kedua lokasi tersebut masih harus melalui proses survei dan kajian secara menyeluruh sebelum pemerintah menetapkan salah satunya sebagai lokasi TPA baru.

“Kita akan melakukan survei untuk menentukan lokasi mana yang layak. Kita juga akan menghindari kawasan kepala air karena itu akan mencemari sungai dan sumber air bersih masyarakat,” kata Hermus.

Ia menjelaskan, penentuan lokasi TPA tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Selain mempertimbangkan aspek teknis, pemerintah juga harus memperhatikan kondisi lingkungan serta keberadaan permukiman dan sumber air yang digunakan masyarakat.

Karena itu, kajian lingkungan menjadi salah satu tahapan penting sebelum lokasi ditetapkan. Pemerintah ingin memastikan keberadaan TPA baru nantinya tidak menimbulkan persoalan baru, khususnya pencemaran lingkungan dan gangguan terhadap sumber air bersih masyarakat.

Hermus mengatakan, pemerintah juga perlu memperhitungkan perkembangan wilayah dan kebutuhan pengelolaan sampah dalam jangka panjang. Hal ini mengingat produksi sampah di Kabupaten Manokwari terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat.

Berdasarkan data pemerintah daerah, produksi sampah masyarakat di Manokwari saat ini mencapai sekitar 150 ton per hari. Volume tersebut dinilai cukup besar dan menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah.

“Produksi sampah kita di Manokwari per harinya itu 150 ton per hari dan ini sangat besar sekali,” ujarnya.

Tingginya volume sampah tersebut membuat kapasitas TPA yang ada semakin terbebani. Tumpukan sampah yang terus bertambah juga membutuhkan penanganan yang serius, mulai dari pengangkutan hingga pengelolaan di lokasi pembuangan akhir.

Persoalan tersebut semakin kompleks ketika memasuki musim kemarau. Kondisi sampah yang kering membuat kawasan TPA lebih rentan mengalami kebakaran. Asap yang muncul dari kebakaran juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan persoalan pencemaran udara.

Namun, Hermus melihat peristiwa kebakaran di TPA dari sudut pandang lain. Menurutnya, meskipun kebakaran menimbulkan dampak terhadap lingkungan, api juga secara tidak langsung mengurangi sebagian tumpukan sampah yang telah menggunung.

“Jadi jangan menilai dari sisi negatifnya, tapi kita ambil sisi positifnya bahwa kebakaran ini ternyata solusi untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA itu,” katanya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan langkah pengendalian terhadap dampak yang ditimbulkan, terutama asap akibat kebakaran. Pengendalian diperlukan agar asap tidak semakin mengganggu masyarakat yang berada di sekitar kawasan TPA.

Hermus menegaskan, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan mengandalkan keberadaan TPA. Pemerintah membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, mulai dari pengurangan sampah dari sumbernya, pengangkutan, pemilahan, hingga pengolahan sebelum sampah dibuang ke TPA.

Menurutnya, keberadaan TPA baru diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang. Namun, lokasi tersebut harus benar-benar memenuhi persyaratan dan tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

“Yang paling penting adalah kita harus memastikan lokasi itu aman, baik bagi lingkungan, sumber air maupun masyarakat,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Manokwari selanjutnya akan melakukan survei terhadap dua lokasi alternatif tersebut. Hasil survei dan kajian lingkungan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan lokasi yang dinilai paling layak untuk pembangunan TPA baru.(LP3/Red)

Latest articles

Pemprov Papua Barat Mulai Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Matoa, Distribusi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memulai gerakan penanaman 1 juta pohon matoa bersama tokoh lintas agama. Bibit yang terkumpul nantinya akan...

More like this

Kapolda Papua Barat Beri Penghargaan Satker Peraih WBK dan IKPA Terbaik

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., memimpin langsung Upacara Pemberian...

Jembatan Merah Putih Jadi Bukti Kolaborasi TNI dan Pemkab Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengapresiasi pembangunan Jembatan Merah Putih yang menjadi bagian...

DPRK Manokwari Soroti Polusi Asap dari TPA Sowi Karena Sampah Terbakar

MANOKWARI, Linkpapua.id – Komisi III DPRK Manokwari mendatangi langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah...