MANOKWARI, Linkpapua.id – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera menindaklanjuti proyek-proyek yang telah direncanakan dan mempercepat proses tender pada tahun anggaran 2026.
Dominggus mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Barat harus belajar dari pengalaman tahun 2025, di mana sejumlah proyek mengalami keterlambatan sehingga berdampak pada tidak maksimalnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita belajar dari pengalaman tahun 2025, proyek terlambat sehingga penyerapan APBD tidak maksimal. Saya tegaskan agar pengalaman ini jangan terulang di tahun ini,” tegas gubernur saat memimpin apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (2/2/2026).
Ia juga menyinggung terkait Surat Keputusan (SK) pokok-pokok pikiran (pokir) yang hingga saat ini belum pernah ditandatanganinya. Gubernur menekankan agar seluruh proses administrasi dan penganggaran berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain percepatan proyek, Gubernur Dominggus turut menyoroti pembayaran gaji tenaga honorer di lingkungan Pemprov Papua Barat. Ia memastikan anggaran untuk pembayaran gaji honorer telah disiapkan selama enam bulan, terhitung Januari hingga Juli 2026.
“Jangan OPD ada yang keberatan dengan alasan tidak ada uang. Uang sudah ada, saya tegaskan agar segera dibayarkan,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, setelah enam bulan ke depan, tenaga honorer tersebut akan diangkat sesuai ketentuan dan sudah mendapatkan gaji secara resmi.
Ia meminta seluruh pimpinan OPD untuk tidak menunda pembayaran hak pegawai serta memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan tepat waktu guna mendukung optimalisasi kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.(LP14/Red)
