MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat harus mengutamakan penyelamatan nyawa dibandingkan urusan administrasi. Pasien yang membutuhkan penanganan darurat diminta tetap dilayani lebih dahulu tanpa harus mengajukan proposal bantuan.
“Orang sakit tidak perlu mohon proposal, datang langsung ke rumah sakit,” kata Dominggus saat kegiatan akselerasi reaktivasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Papua Barat Sehat (PBS) di Manokwari, Senin (3/8/2026).
Dominggus mengatakan kehadiran program JKN yang diperkuat melalui Papua Barat Sehat harus memberikan kepastian layanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut terutama harus menjamin pasien yang membutuhkan penanganan darurat segera memperoleh pelayanan.
Dia meminta Dinas Kesehatan Papua Barat bersama BPJS Kesehatan menerjemahkan komitmen tersebut dalam pelayanan di lapangan. Menurutnya, mekanisme administrasi tetap dijalankan tanpa menghambat penanganan pasien.
“Walaupun ada aturan, tetapi kalau sakitnya darurat harus dilayani terlebih dahulu, kemudian urusan administrasi menyusul,” ujarnya.
Dominggus menekankan pelayanan kesehatan harus mengedepankan nilai kemanusiaan. Dia mengingatkan seluruh tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan BPJS Kesehatan agar bekerja dengan hati saat melayani masyarakat.
“Kerja dengan hati, melayani dan menyelamatkan nyawa masyarakat,” tuturnya.
Dia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melalui Program Papua Barat Sehat dan JKN adalah memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan pada kondisi darurat. Dia meminta seluruh pihak mendahulukan keselamatan pasien sebelum menyelesaikan administrasi.
“Komitmen kita adalah menolong masyarakat terlebih dahulu,” ucapnya. (LP14/red)
