MANOKWARI, LinkPapua.id – Masjid Nurul Qolbi (MNQ) Amban Permai menggelar halalbihalal sebagai momentum memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan toleransi antarumat beragama. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman kehidupan bermasyarakat di Manokwari, Papua Barat.
Acara berlangsung di lingkungan masjid pada Minggu (12/4/2026). Pihak panitia mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian agenda keagamaan tersebut.
“Halalbihalal ini ada sejak tahun 1948 ketika Presiden Soekarno mencari cara untuk menyatukan masyarakat di tengah perbedaan setelah Idulfitri,” ujar Ustaz Muchtarom saat memberikan tausiah.
Ustadz Muchtarom menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia. Menurutnya, kondisi masyarakat Manokwari yang damai selama ini tidak lepas dari nilai toleransi yang dijaga bersama.
“Ini penting agar keamanan dan ketertiban daerah dapat terus terjaga,” ucapnya.
Ketua panitia amaliah Ramadhan, Sidarman, turut mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama bulan suci. Dia menyebut semangat generasi muda, khususnya mahasiswa, sangat tinggi dalam mendukung kegiatan keumatan.
Meskipun agenda utama telah selesai, panitia masih memiliki satu program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pelatihan pengurusan jenazah dijadwalkan bakal digelar untuk membekali pengetahuan bagi jamaah.
“Sudah disepakati bahwa pelatihan mengurus jenazah akan dilaksanakan di pekan depan,” tuturnya.
Ketua takmir MNQ Amban Permai, Heru Joko Budirianto, melihat adanya tren positif dari intensitas kegiatan masjid belakangan ini. Hal tersebut terlihat dari grafik kehadiran jamaah yang menunjukkan peningkatan signifikan.
“Dengan lebih banyak kegiatan keumatan, kita bersyukur jamaah masjid semakin meningkat dan semakin banyak yang rajin ke masjid,” jelas Heru.
Pihak takmir berencana mendorong keterlibatan mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) untuk lebih aktif meramaikan masjid. Selain itu, pembentukan kelembagaan remaja masjid (remas) ditargetkan rampung paling lambat akhir bulan ini. (LP14/red)
