MANOKWARI, LinkPapua.id – Polresta Manokwari, Papua Barat, mengungkap hasil visum terhadap remaja berinisial FR (18) yang tewas di kawasan Pantai Petrus Kafiar. Korban dipastikan meninggal dunia akibat luka fatal pada bagian leher usai diserang orang tak dikenal (OTK) menggunakan balok kayu.
“Untuk penyebab kematian, berdasarkan hasil visum dari pihak rumah sakit kemungkinan besar leher korban patah. Rencana autopsi sebenarnya ada, namun keluarga korban tidak berkenan dilakukan autopsi karena menurut mereka penyebab kematian sudah jelas,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumara Samosir, Kamis (5/3/2026).
Insiden ini bermula saat korban bersama rekan perempuannya, SAP (15), sedang menunggu waktu berbuka puasa di pinggir pantai. Pelaku tiba-tiba datang menghampiri dan melakukan penyerangan membabi buta saat kondisi di lokasi kejadian mulai gelap.
“Pelaku menendang kursi tempat korban duduk. Saat korban laki-laki bertanya, ‘Kakak, saya salah apa?’, pelaku langsung memukul menggunakan balok kayu. Ketika korban perempuan berteriak meminta pertolongan, pelaku juga memukul dan menendangnya. Korban perempuan juga mengaku sempat mengalami pelecehan, namun hal itu masih kami dalami,” ungkap Agung.
Aparat kepolisian telah melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah barang bukti kunci berupa balok kayu serta pakaian milik korban. Selain melakukan kekerasan fisik, pelaku diketahui menggasak barang berharga milik kedua pelajar SMA tersebut.
Pihak kepolisian saat ini telah mengantongi sejumlah identitas yang diduga berkaitan dengan aksi pembunuhan dan perampokan ini. Kendati demikian, polisi masih merahasiakan nama-nama tersebut demi kelancaran proses pengejaran di lapangan.
Kondisi rekan perempuan korban yang selamat hingga kini dilaporkan masih mengalami trauma berat akibat peristiwa mencekam itu. Tim penyidik masih menunggu kondisi psikis saksi pulih sebelum melakukan pemeriksaan mendalam terkait ciri-ciri pelaku.
“Pada prinsipnya pola pikir kriminal itu yang harus kita ubah. Jangan karena melihat kesempatan lalu muncul niat melakukan kejahatan. Mari kita jaga bersama ketertiban dan keamanan karena ketertiban itu juga tercipta dari kita semua sebagai masyarakat,” tutup Agung. (LP2/red)
